benuanta.co.id, TARAKAN – Benda antik hasil temuan petani di Kelurahan Juata Laut diduga peninggalan Dinasti Ming (1368-1644). Hal itu diungkapkan salah seorang arkeolog, Agus Salam.
Menurut dia, Selain meriam lantaka, penemuan guci, piring keramik, teko dan mangkuk yang bertuliskan abjad Cina kuno serta berukiran gambar ikan itu, diperkirakan arkeolog Abdul Salam merupakan peninggalan Dinasti Ming terakhir (1644).
“Pada mangkuk, piring, teko itu ada stempel-stempel pabrik asal China zaman Dinasti Ming terakhir (1644). Kita belum bisa mengetahui tahun pastinya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Tarakan itu kepada benuanta.co.id.
Ia menduga benda antik itu merupakan hasil sitaan perompak terhadap pedagang China pada abad 17 M ke bawah.
Beberapa bukti yang ia sinyalir, meliputi lokasi tersebut yang tidak memperlihatkan adanya aktivitas masyarakat pada masa lampau.
“Saya menduga itu barang rampasan yang tertinggal di situ secara sementara. Saya tidak mendapat bukti-bukti kalau daerah itu dulunya ada istana, pelabuhan atau aktivitas masyarakat,” sambung dia.
Saat pihaknya melakukan survey di lokasi RT 13 Kelurahan Juata Laut, kemudian pihaknya mencocokkan dengan peta, alhasil tidak terdapat juga sungai permanen seperti Sungai Maya, Sungai Binalatung, Sungai Pamusian dan Sungai Sebengkok.
Arkeolog tersebut lebih menduga daerah itu merupakan rawa pantai yang kerap digunakan lintasan para bajak laut atau perompak.
“Dulu itu rawa pantai atau bakau sangat memungkinkan. Area ini dulunya bisa dilayari perahu-perahu yang bisa dipakai bajak laut,” ucapnya.
Mengenai bentuk benda, Abdul Salam menuturkan keramik itu pembuatannya beragam. Terdapat jenis pabrikan untuk kebutuhan rumah tangga dan ada yang cendera mata. Dari situ, ia juga menemukan ada beberapa kualitas yang dibuat tidak terlalu bagus.
“Banyak yang khiasan sudah hilang. Lalu pelapis kedap air dari keramik juga hilang,” tuturnya.
Sekadar informasi, Dinasti Ming adalah dinasti yang berkuasa di China antara 1368-1644, setelah runtuhnya Dinasti Yuan. Dinasti ini runtuh pada 1644 akibat pemberontakan yang dipimpin oleh Li Zicheng, pendiri Dinasti Shun. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







