benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kecil menyoroti kinerja fungsi DPRD Tarakan atas kerusakan infrastruktur jalan di Kota Tarakan. Mahasiswa menilai langkah reses DPRD Tarakan belum mampu memperjuangkan kebutuhan masyarakat itu.
Salah satu peserta aksi yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarakan, menyatakan kondisi jalan yang rusak parah harus menjadi perhatian serius DPRD Tarakan.
Hak tersebut dikeluhkan GMKI Tarakan atas kinerja DPRD Tarakan selama 2,5 tahun ini.
“Mengenai infrastruktur jalan, masih banyak kami lihat rusak. Seperti di jalan Mamburungan, sudah seringkali di angkat oleh media namun tidak ada langkah. Kondisi jalanan di Mamburungan itu sangat memprihatikan, di sana cukup banyak aktivitas dan keramaian masyarakat,” ucap Sekretaris GMKI Cabang Tarakan, Agung Wiranto dalam RDP tersebut.
Lalu, mahasiswa Fakultas Ekonomi UBT itu juga menyayangkan hasil reses DPRD mengapa kurang membuahkan hasil yang merujuk pada perbaikan infrastruktur jalan.
Usai RDP tersebut, pimpinan DPRD Tarakan merespon bahwa infrastruktur jalan di Kota Tarakan tengah menjadi perhatian utama DPRD. Lembaga legislatif itu memastikan akan terus mengawal kepada instansi terkait.
“Infrastruktur menjadi fokus pengawasan kita. Seperti yang disampaikan adik-adik GMKI itu benar, jalan di Mamburungan itu rusak parah. Kami akan tetap mendorong Pemkot Tarakan dan Pemprov Kaltara untuk menindaklanjuti perbaikan jalan,” terang Wakil Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Matthew Gregori Nusa







