Indeks Transportasi Menurun Pengaruhi Deflasi Kaltara -0,01 Persen

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK). Tercatat pada bulan Februari 2022 di regional Kalimantan, inflasi terjadi di Sintang sebesar 0,32 persen, Pontianak sebesar 0,28 persen, Tanjung sebesar 0,24 persen dan Singkawang sebesar 0,15 persen.

Tak hanya inflasi, di Kalimantan juga mengalami deflasi di Balikpapan sebesar -0,51 persen, Banjarmasin sebesar -0,49 persen, Samarinda sebesar -0,20 persen, Kotabaru sebesar -0,04 persen, Sampit sebesar -0,03 persen dan Kota Palangkaraya sebesar -0,01 persen.

“Sementara di Provinsi Kaltara mengalami deflasi sebesar -0,01 persen, dengan rincian di Tarakan terjadi deflasi sebesar -0,01 persen dan Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,01 persen,” ucap Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri, Selasa 1 Maret 2022.

Baca Juga :  Tiket Speedboat Tanjung Selor–Tarakan Kini Bisa Dibeli Online

Tina menjabarkan deflasi sebesar -0,01 persen yang terjadi di Kaltara ini karena telah terjadi perubahan IHK 107,98 pada Januari 2022 menjadi 107,97 di Februari 2022.

Hal in dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok transportasi sebesar -0,50 persen, kelompok makanan, minuman, hingga tembakau sebesar -0,20 persen, dan kelompok pakaian serta alas kaki sebesar -0,11 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks, di antaranya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,73 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,35 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 0,20 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, kelompok informasi, komunikasi serta jasa keuangan sebesar sebesar 0,01 persen.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Extra Dropping dan Gelar Operasi Pasar Sambut Ramadan dan Nyepi

“Februari 2022, kelompok pengeluaran yang memiliki andil yang dominan terhadap deflasi Kaltara adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,06 persen. Kelompok transportasi sebesar -0,06 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,01 persen,” sebut Tina.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memiliki andil yang dominan terhadap inflasi yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,05 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 0,02 persen.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Gandeng DMI Kaltara: Berikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Ekosistem Masjid

Tina menyebut setidaknya ada 5 jenis barang atau jasa penyumbang tertinggi inflasi di Kaltara pada bulan Februari. Mulai dari tomat sebesar 0,03 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen, udang basah sebesar 0,02 persen dan cat tembok sebesar 0,02 persen.

“Sedangkan untuk penyumbang deflasi adalah angkutan udara sebesar -0,07 persen, ikan bandeng sebesar -0,06 persen, telur ayam ras sebesar -0,06 persen, cabai merah sebesar -0,03 persen dan air kemasan sebesar -0,03 persen,” pungkasnya. (*) 

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *