Makna Isra Miraj, MUI Kaltara: Mengingatkan Ramadan Sudah Dekat

benuanta.co.id, TARAKAN – Isra Mi’raj diartikan sebagai perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram, Mekkah menuju ke Masjidil Aqsa, Yerusalem lalu naik ke Sidratul Muntaha atau langit ketujuh untuk mendapatkan perintah salat lima waktu oleh Allah.

Biasanya, Isra Miraj dirayakan oleh umat islam dengan suka ria di dalam masjid. Perayaan ini juga diikuti dengan khotbah serta lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara), Syamsi Sarman menerangkan makna Isra Miraj di tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya. Meski terdapat perbedaan situasi yakni pandemi Covid 19.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Tinggi Gelombang di Kaltara, Faktor Regional Lebih Dominan

“Di tahun ini memang tidak seramai tahun sebelum Covid, ada beberapa yang melaksanakan, ada juga yang tidak membuat kegiatan, tetapi ya mudah-mudahan tidak mengurangi makna peringatan Isra Miraj sendiri,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (28/2/2022).

Syamsi menjelaskan, bahwa pada perayaan Isra Miraj, masyarakat diingatkan dengan semakin dekatnya bulan Ramadan.

Baca Juga :  Kejati Kaltara Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Aplikasi Pariwisata

“Sebab ini 27 Rajab, sudah di ujung bulan Rajab, artinya tinggal satu bulan Syaban maka sampailah kita di Ramadan,” jelasnya.

“Peristiwa mukjizat yang diterima Rasulullah, di mana beliau menghadap kepada Allah untuk menerima perintah salat 5 waktu yang hingga hari ini dan seterusnya menjadi kewajiban bagi umat Islam juga,” tambah Syamsi.

Menurutnya, mayoritas masyarakat Islam tentu sudah sadar dengan keberadaan Isra Miraj. Meskipun dalam kondisi Covid, ia berharap bahwa masyarakat tetap harus beribadah dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Tiket Speedboat Tanjung Selor–Tarakan Kini Bisa Dibeli Online

“Kita punya kewajiban salat, tidak papa berjamaah di masjid dalam kondisi Covid tapi tetap menjaga prokes. Masjid tetap diramaikan, ibadah tetap dibolehkan tetapi dalam ikhtiar juga tetap mematuhi prokes,” tutupnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *