benuanta.co.id, BULUNGAN – Terbentuknya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki tujuan untuk menyatukan dalam pembangunan.
Ketua DPD ICDN Kaltara, Yansen TP menjelaskan setelah hadirnya ICDN di Kaltara dan di setiap kabupaten kota, ingin mengejawantahkan Dayak sebagai satu presentasi kekuatan pembangunan Kaltara dan Indonesia.
Peran ICDN dalam mengeksiskan dan mengaktualisasikan peran suku Dayak adalah sebagai bingkai pembangunan Kaltara. Tak sendiri, di provinsi bungsu Indonesia ke 34 ini banyak terdapat wadah cendekiawan.
“Sekarang Dayak berpikir bahwa kita memiliki banyak potensi dan banyak hal yang harus diaktualisasikan. Seperti yang saya katakan tadi, ICDN ini mengangkat warna Dayak dalam bingkai NKRI. Semangatnya tidak lain bagaimana budaya yang ada dimiliki masyarakat Dayak ini kita presentasikan ke permukaan sebagai potensi pembangunan,” ucap Yansen TP kepada benuanta.co.id, Sabtu 26 Februari 2022 kemarin.
Pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltara ini menuturkan secara tidak langsung membentuk karakter masyarakat Dayak sebagai bagian dari masyarakat bangsa Indonesia. Lalu membentuk sumber daya manusia (SDM), dengan adanya organisasi ini maka akan ada sekelompok orang yang terbina.
“Akan terbina karakter kepribadian dan kecakapan, sehingga dia tidak kalah penting dengan masyarakat bangsa lain,” paparnya.
Serangkai dengan pelantikan ICDN Kaltara, dilaksanakan juga Deklarasi Forum Pemuda Dayak Provinsi Kaltara, Yansen TP menilai akan ada sekelompok pemuda yang sadar bahwa mereka adalah kekuatan pembangunan.
“Saya kira bagus, dari pada mereka menjadi kekuatan yang melemahkan sehingga tidak menguntungkan. Kita inginkan ICDN ini menjadi katalisator dari pembangunan Kaltara,” bebernya.
Yansen menambahkan organisasi ini sendiri telah lama dibentuk, hanya saja pelantikannya yang tertunda hingga 2 tahun lamanya. Di mana seharusnya sejak terbentuk ICDN pusat pada 19 Januari 2019 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Maka pelantikan di Kaltara seharusnya dilakukan di tahun 2020.
“Karena waktu itu pandemi Covid-19 yang cukup pesat, maka pelantikan ICDN Kaltara ditunda. Tapi kita bersyukur dapat kita laksanakan pelantikan dan pengukuhan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







