benuanta.co.id, NUNUKAN – Rumput laut merupakan salah satu penopang sektor ekonomi unggulan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Nunukan. Uniknya, selain menjual rumput laut, tali rumput laut juga bisa menghasilkan uang dengan mencuci atau membersihkan ikat dari tiram yang menempel.
Hal itu pun dikerjakan Ramli (36), warga Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan yang sudah dua bulan bekerja.
Diceritakan Ramli, bahwa dalam sehari dirinya bisa mencuci sebanyak 100 ikat rumput laut sedangkan satu ikat dihargai Rp 2 ribu. jadi dari 100 ikat bisa menghasilkan uang sebesar Rp 200 ribu.
“Ikatnya kita cuci dari tiram-tiram tidak hanya itu botolnya juga kita cuci. Saya bukan petani rumput laut hanya cuci tali saja,” kata Ramli kepada benuanta.co.id, Sabtu (26/2/2022).
Dalam sehari ada saja yang menyuruh mencuci ikat rumput laut kepadanya. Terkadang Ramli hanya mendapatkan 70 ikat bahkan 100 ikat. Pekerjaan seperti ini dilakukan sudah dua bulan berturut-turut, karena sebelumnya Ramli bekerja sebagai tukang bangunan.
“Sebenarnya saya bekerja bangunan, karena ingin mencoba bekerja yang baru sebagai pencuci rumput laut, agar tau, daripada hanya mendengar cerita dari orang, awalnya coba-coba akhirnya keterusan, enak juga kerja seperti ini,” ujar Ramli.
Dijelaskan Ramli, bekerja menjadi buruh bangunan diawasi mandor, sedangkan bekerja mencuci ikat rumput laut tidak ada mandornya, berapa yang bisa dikerjakan tergantung dari kemauan diri sendiri.
Kesulitan mencuci ikat rumput laut didapati jika banyak lumut dan tiram di badan tali. Hal itu yang paling sulit dihadapi, mencuci juga harus menggunakan sarung tangan.
Ramli berharap, bekerja sebagai pencuci tali rumput laut bisa mengubah nasibnya, karena saat ini dirinya sudah memiliki dua orang anak.
Dengan uang Rp 200 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari kata Ramli harus bisa dicukup-cukupin saja, kebetulan istrinya juga bekerja mengikat rambut laut.
“Kami saling bantu membantu dalam mencukupi kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Sedangkan anaknya yang masih kecil berusia 6 tahun setiap harinya dibawa oleh Istri tempat bekerja ikat bibit rumput laut.
Terpisah, pencuci tali rumput laut lain bernama Asis Sabah mengatakan dalam sehari dirinya hanya mampu mencuci 50 ikat dan dibayar Rp 100 ribu.
“Kalau capek bisa istirahat setelah itu baru dilanjut lagi,” jelasnya (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







