benuanta.co.id, NUNUKAN – Harga rumput laut tingkat petani di Kabupaten Nunukan mencapai Rp 24 ribu hingga 29 ribu, tergantung kualitas kadar kekeringan.
Ketua Asosiasi petani Rumput Laut Nunukan, Kamaruddin, mengatakan terakhir harga rumput laut di Mamolo, dengan kadar umum sempat menyentuh angka Rp 27.500, namun mengalami penurunan beberapa kali menjadi Rp 23 ribu per kilogram di tingkat petani.
“Hari ini ada kenaikan Rp 1.000 atau Rp 24 ribu, itu juga tergantung kualitas jika bagus maka harganya juga bisa mencapai Rp 29 ribu ditingkatkan petani,” kata Kamaruddin, kepada benuanta.co.id, Ahad (27/2/2022).
Harga rumput laut di Nunukan memiliki persaingan, karena masih ada harga bervariasi di tingkat petani.
Melihat hal itu dia meminta harus ada regulasi kadar standar ekspor rumput laut asal Nunukan yang akan dijual di pasar luar, sehingga bisa satu harga.
Selain itu Kamaruddin juga menjelaskan, setiap kali pengiriman rumput laut ke wilayah Makassar dan Surabaya ada sebagian air yang dibayar.
“Karena ada kadar rumput yang tidak masuk sehingga kadar itulah yang membuat kita membayar,” jelasnya
Lanjut dia, ada ratusan juta yang dibayar bahkan miliaran dalam sebulan. Dia mencontohkan, jika 100 ton rumput laut dikirim ke Makasar hasilnya hanya akan ada 90 ton. Sebab, 10 persennya akan menyusut ketika dilakukan penjemuran.
“Terjadinya penyusutan itu karena penjemuran belum kering sehingga tiba di Makassar atau Surabaya akan dilakukan penjemuran ulang di situlah terjadi pengurangan,” ujar Kamaruddin.
Dalam sebulan kabupaten Nunukan bisa memproduksi rumput laut sebanyak 4.000 ton yang akan dikirim ke Makassar dan Surabaya. (*)
Reporter : Darmawan
Editor : Yogi Wibawa







