benuanta.co.id, TARAKAN – Masyarakat Kota Tarakan sempat dibuat heboh akibat positingan video kebakaran yang beredar di sosial media. Pasalnya, dari sebuah video yang beredar menimbulkan asumsi bahwa kebakaran terjadi karena unsur kesengajaan akibat perkelahian sepasang suami istri.
Hal itupun ditepis oleh pihak berwajib yang telah melakukan olah TKP. Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Timur, IPTU Gian Evla Tama yang mengungkapkan bahwa pada Rabu, 23 Februari 2022 lalu, Tim Identifikasi Polres Tarakan telah melakukan olah TKP.
“Tim Iden Polres menemukan kabel-kabel yang berserabut, jadi disimpulkan bahwa kebakaran terjadi karena korsleting listrik,” ungkapnya saat ditemui pewarta, Jumat (25/2/2022).
Dari hasil penyelidikan juga terungkap bahwa saat malam kejadian yakni tanggal 21 Februari 2022 malam sekitar pukul 21.30 wita, korban yakni Syamsudin sedang berada di dalam kamar rumahnya bersama sang istri. Di saat waktu yang bersamaan pula, ia mendengar suara retakan kayu dan langsung keluar untuk mengecek.
“Pas keluar ada api dan meminta istri keluar, tapi lewat belakang karena bagian depan (rumah) sudah terbakar,” tuturnya.
Dari hasil identifikasi pula, terdapat mesin tempel lengkap dengan bensin yang menjadi penyebab semakin membesarnya api.
“Ini kan menyambar rumah sebelah juga dan masih berkeluarga, tetangga di sebelahnya bernama Ariani,” tukasnya.
Gian melanjutkan, pihak kepolisian juga telah memeriksa beberapa saksi yang didapati hasil yang sama. Saat ini pun, police line yang melintang di TKP kebakaran masih belum dicabut karena pihak kepolisian masih akan menelusuri terkait kebakaran tersebut.
“Kita periksa saksi, tetangga sebelah rumah tidak ada cekcok memang, jadi ya satu cerita. Karena istrinya tidur dan suaminya masih belum tidur, makanya tahu kalau rumahnya terbakar dan teriak ada api, karena panik istrinya pingsan,” terangnya.
Untuk kerugian materil sendiri, perwira balok dua tersebut mengatakan belum melakukan penghitungan. Karena pada saat kejadianpun tidak ada surat ataupun barang berharga lainnya ikut terbakar.
“Kerugian materil belum dihitung, kecuali rumahnya itu saja, tidak ada barang berharga, surat berharga tidak ada juga,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







