Dihantam Gelombang, Kapal Pencari Kurau Tenggelam

benuanta.co.id, TARAKAN – Cuaca di Kalimantan Utara (Kaltara) cenderung ekstrem beberapa hari terakhir. Seperti pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan lewat akun sosial medianya.

Kejadian kapal tenggelam diduga akibat Cuaca ekstrem terhadap kapal pencari ikan Kurau, KM. Rina Putri 2 pada pukul 23.00 WITA. KM Rina diduga tenggelam saat berada di perairan Pulau Bunyu.

“Sekitar jam 7an memang tadi malam badai di laut dan arahnya dari Selatan itu anginnya,” kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara, Rustan saat dikonfirmasi, Senin (21/2/2022).

Menurutnya, cuaca beberapa hari terakhir sangat meresahkan para nelayan dalam mencari ikan.

Baca Juga :  Jaga Tradisi Kue Keranjang Imlek di Tarakan ala Nenek Joanie

“Sementara menangkap ikan (Kapal KM. Rina) pukat kapal kurau, dia fokus mencari ikan kurau saja,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, KM. Rina membawa 1 Nahkoda dan 2 ABK yang ketiganya dinyatakan selamat.

“Korban 3 orang, ABKnya selamat semua, itu anggota KNTI yang alamatnya di Lingkas Ujung RT. 08,” ucapnya.

Terpisah, Kasi Ops dan Kesiapsiagaan Basarnas Tarakan, Dede Hariana menerima informasi sekitar pukul 23.00 WITA dan langsung melakukan cross check dari informasi yang diterima.

“Kejadiannya sekitar jam 10 malam, terus informasi nya ada kapal yang melintas jadi ketiga korban ikut kapal itu dan selamat semua Alhamdulillah,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Cuaca Tarakan Diprakirakan Didominasi Hujan

Adapun untuk spesifikasi kapal mesin berukuran GT-13 yang terbalik dikarenakan gelombang. Dilanjutkan Dede, pada saat malam kejadian, pihak Basarnas berusaha menghubungi pihak-pihak terkait dengan tenggelamnya KM. Rina.

“Jadi pas malam itu kita memonitor kebenaran berita itu karena tidak langsung percaya karena informasi itu lewat mulut ke mulut, malam itu kita koordinasi tidak ada yang bisa dikonfirmasi baik dari instansi atau pemilik, akhirnya pagi baru dapat informasi dari Ketua KNTI,” terangnya.

Dijelaskan Dede, saat ini pihaknya hanya memonitor untuk pengevakuasian KM. Rina yang tenggelam. Mengingat Personel On Boat (POB) sudah dinyatakan selamat semua.

Baca Juga :  Penanganan ODGJ Bersajam di Tarakan Belum Optimal

“Basarnas fokusnya ke nyawa seseorang, seandainya ada korban atau hilang, tenggelam kita menolong, dan sekarang korban selamat tidak perlu dievakuasi hanya kapal nya saja, kita tetap monitor jika ada hal-hal yang tidak diinginkan selama evakuasi kapal kita tetap monitor,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, saat ini KM. Rina tersangkut di jangkar Kapal Kalimantan Palm, kapal tanker pengangkut minyak yang informasinya akan bertolak menuju Balikpapan. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Editor:

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *