benuanta.co.id, TARAKAN – Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi di Bulungan, digadang-gadang akan sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kaltara.
Terlebih di masa pemulihan dari pandemi Covid-19, KIPI tentunya dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kaltara.
Kota Tarakan sebagai daerah paling aktif juga bersiap dalam menyambut lapangan kerja yang akan disediakan nantinya. Terlebih, Tarakan memiliki program pelatihan bagi masyarakat yang ingin mengasah keterampilan bekerja di Loka Latihan Kerja (LLK) Tarakan.
“Tentu kami siap, kami juga membaca peluang pasar. Jadi apa yang kami buat disitu (LLK) itu berdasarkan kebutuhan yang ada saat ini,” kata Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes., Minggu (20/2/2022).
Khairul menambahkan, dalam hal ini perguruan tinggi dan sekolah juga dapat diarahkan agar mempersiapkan para lulusan dan wisudawan yang sesuai dengan peluang kerja ini.
“Supaya nanti pas kebutuhan dan peluang kerja. Jangan sampai misalnya yang dibutuhkan nanti peluang otomotif yang dicetak malah listrik jadi nggak nyambung,” ujarnya.
“Kita belum tahu peluang kerja apa yang tercipta di sana, misalnya kalau industri otomotif maka otomotifnya yang ditingkatkan begitu pula dengan jurusan industri lain,” sambungnya.
Diakui Khairul, pandemi juga berdampak pada angka pengangguran di Tarakan. Berdasarkan data BPS, tingkat presentase kemiskinan di Tarakan mencapai 5 sampai 7 persen.
“Kalau dari angka nasional, kita masih jauh. Tapi dari 2019 ke 2020 sampai 2021 itu ada peningkatan. Karena memang pandemi ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, sektor usaha dan pekerja. Tapi mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baiklah dari sebelumnya,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







