Hasil Laut Melimpah, Desa Bebatu Target Unggulkan Olahan Perikanan

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Berada di wilayah pesisir Kabupaten Tana Tidung (KTT). Desa Bebatu, memiliki hasil laut yang memiliki potensi untuk menggerakkan roda ekonomi, seperti perikanan maupun udang.

Melalui potensi itu, sudah sewajarnya bila Pemerintah Desa (Pemdes) Bebatu, ingin memanfaatkannya menjadi produk olahan di desa paling hilir di Kecamatan Sesayap Hilir tersebut.

“Kita ingin hasil perikanan ini nantinya bisa menjadi produk unggulan kita, seperti ikan bandeng segar, bandeng tanpa duri maupun bandeng presto yang nantinya bisa diolah Bumdes, ataupun usaha rumahan warga,” kata Kades Bebatu, Mahmuda kepada benuanta.co.id, Ahad (20/2/2022).

Menurut Mahmuda, produk olahan bandeng memiliki kosumen yang cukup tinggi untuk dipasarkan. Berbeda dengan produk lain yang selama ini sulit dipasarkan Bumdes sulit menjangkau konsumen.

“Kalau bandeng kan pasarnya sudah jelas dan kita hanya tinggal bersaing harga saja. Nana yang murah segar dan berkualitas itu yang paling disukai,” ujarnya.

Walaupun masih sebatas wacana, Mahmuda optimis hal tersebut mampu memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Bebatu.

“Dalam waktu dekat pasti kita jalankan. Namun saat ini kita ingin pembenahan Bumdes dulu agar unit usaha Bumdes nantinya dapat berjalan maksimal,” imbuhnya.

Jika penataan Bumdes Bebatu sesuai yang telah direncanakan, lanjut Mahmuda. Bukan hanya hasil perikanan saja yang menjadi produk unggulan desa tersebut. Sebab, ia menginginkan penyuplai perikanan seperti es batu akan dimanfaatkan kepada para petambak.

“Luas lahan perikanan kita ada 28 ribu hektar dan diisi oleh para petambak. Jika 1 petambak biasanya butuh puluhan balok es untuk setiap suplainya, maka hitung saja jika ada ratusan petambak di sini. Unit usaha ini tentunya, memiliki potensi besar bagi kita di sini,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, wacana penyuplai es batu dari warga Desa Bebatu ke petambak juga turut mendapat respon positif oleh masyarakat.

Salah satunya Agus, warga desa setempat menuturkan selama ini para petambak hanya bisa mengambil keuntungan dari sisi letak strategis wilayah Bebatu yang sangat cocok untuk bertambak.

Sehingga dengan adanya timbal balik ini membuat desa maupaun warga dan petambak bisa memiliki keuntungan yang sama.

“Jika mereka mengambil suplai dari Tarakan jaraknya jauh. Tapi kalau dari kita kan jaraknya dekat dan lebih hemat. Makanya hal seperti ini yang memang harus dilakukan dari dulu,” tutup Agus. (*)

Reporter : Osarde

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *