benuanta.co.id, TARAKAN – Judi sabung ayam kerap kali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Kota Tarakan. Terlebih lokasi-lokasi yang biasa digunakan untuk judi sabung ayam terbilang dekat dengan pemukiman warga. Sayangnya, judi sabung ayam tersebut hingga kini tidak dapat dicegah maupun diberantas. Ada apa?
Ada tiga titk arena sabung ayam yang pernah ditelusuri benuanta.co.id belum lama ini. Dari ketiga arena itu, bahkan pernah dirazia oleh tim gabungan dari FKUB dan TNI-Polri. Namun begitu, taka da efek jera untuk menghentikan tindakan perjudian sabung ayam tersebut.
Meski lokasi sabung ayam diketahui dan hendak dibubarkan serta melakukan penggerbekan, selalu saja gagal karena informasi bocor lebih dulu. Terbaru, Tim Patmor Sabhara Polres Tarakan dalam melakukan pencegahan judi sabung ayam pun demikian. Sesampainya di lokasi arena sabung ayam, tim hanya menemukan bekas-bekas arena yang sudah ditinggalkan.
Patroli ini biasanya menurunkan belasan hingga puluhan personel yang berpakaian polisi dengan membunyikan sirine khusus sebagai simbol Tim Patmor. Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui KBO Sat Sabhara, IPDA Edi Sudarto mengatakan personelnya sempat melakukan pencegahan judi sabung ayam pada Selasa, 15 Februari 2022 saat menjelang magrib.
“Jadi pas kebetulan patroli lewat situ (arena sabung ayam) ada informasi dari masyarakat kalau ada permainan sabung ayam,” katanya, Sabtu (19/2/2022).
Personel pun langsung meluncur ke lokasi yang diberikan masyarakat tepatnya di area Kelurahan Gunung Lingkas. Sayang, lagi-lagi informasi meluncurnya personel Patmor pun lebih dulu diketahui pemain judi sabung ayam, sehingga setibanya di arena para pemain sudah tidak berada di tempat.
“Jadi kegiatan Patmor Sabhara ini tujuannya prefentif, mencegah sebelum terjadi. Kami cek dan datangi, ternyata benar, karena pakai pakaian tim pakaian dinas sehingga pemainnya kabur dan bocor duluan informasinya,” jelas Edi.
Saat tiba di arena permainan sabung ayam, tim hanya menemukan dua ayam jago yang tertinggal karena pemiliknya lari. Hal ini kerap kali kejadian sehingga tim kesulitan dalam melakukan pembinaan dan pengarahan kepada pemain judi sabung ayam.
Edi menjelaskan, berdasarkan pengakuan warga sekitar permainan sabung ini seringkali terjadi dan membuat keresahan tersendiri bagi warga sekitar.
“Ada yang senang bermain juga, terus ada warga yang punya ayam juga senang karena ayamnya disewa,” jelasnya.
Judi Sabung Ayam Seperti Dibiarkan
Terpisah, Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan, Syamsi Sarman menegaskan pihaknya sudah sering melakukan pelaporan ke pihak berwajib terkait maraknya perjudian di Kota Tarakan.
“Laporan sudah berkali-kali waktu Majelis Ulama juga pernah, dengan Kapolres lama juga sudah pernah ya kami hanya melapor aja, ditanggapin atau tidak ya terserah saja,” tegasnya.
Menurutnya, perjudian sabung ayam ini juga kerap kali dikeluhkan oleh masyarakat. Berdasarkan keluhan yang ia terima, pemerintah cenderung mendiamkan kemaksiatan yang terjadi.
“Ya kalau tidak meresahkan kami kan diam-diam saja, dikeluhkan masyarakat kenapa kok kegiatan maksiat didiamkan saja, tidak tahu saya kenapa gitu, siap tau ada alasan lain kita tidak tahu,” ungkapnya.
“Tugas kami sebagai tokoh agama hanya menyampaikan selebihnya kami tidak punya kewenangan, mengingatkan saja bahwa perjudian ini sabung ayam judi togel selebihnya terserah, kami tidak bisa memaksa,” sambungnya.
Ia juga menyayangkan aksi kriminalitas itu tetap dipelihara di tengah pandemi. Terlebih, beberapa waktu lalu sempat ada pelarangan untuk berkumpul di rumah ibadah.
“Kumpul-kumpul di rumah ibadah tidak boleh, PPKM kan, itu kumpul-kumpul sabung ayam gimana, ya ditegakkan lah harusnya,” harap Syamsi. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







