benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Belum genap 2 bulan, buaya muara kembali menerkam korban di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Korbannya kali ini Luter, warga Desa Bebakung KTT yang disambar buaya di sekitaran kanal Sungai Supa, Kecamatan Sesayap Hilir.
Kejadian serupa sebelumnya juga menimpa ZA, warga Sesayap Hilir di penghujung tahun 2021 lalu. Kejadian ini pun turut menyita perhatian lebih dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bebatu.
Sejatinya, sepanjang kanal sungai tempat ZA maupun Luter diterkam buaya juga telah dipasang papan peringatan oleh pemerintah.
Kendati demikian, Wakil Bupati (Wabup) Tana Tidung, Hendrik berencana memasang pagar pembatas di sepanjang kanal Sungai Supa untuk menghindari adanya korban lainnya.
“Harusnya pembatas kanal itu menjadi tanggung jawab pihak perusahaan yang mempergunakan kanal itu. Tapi hal ini tetap akan kita bahas kembali,” ujarnya.
Di sisi lain Kades Bebatu, Mahmuda mengungkapkan dirinya secara pribadi menyesalkan kejadian ini. Padahal semenjak kejadian tewasnya warga karena diterkam buaya, ia sudah menaruh papan peringatan di lokasi agar warga selalu waspada.
“Saya sudah pasang papan peringantan, meski kejadian ini sangat kita sesalkan. Namun kita berharap korban masih bisa kita selamatkan,” ujarnya.
Menindaklanjuti rencana pemasangan pagar pembatas, Mahmuda mengaku akan membicarakannya kepada pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas kanal itu.
“Sebernarnya selama ini area ini aman-aman saja, karena warga sudah paham kalau di sini memang banyak buayanya,” terangnya.
“Tapi demi keselamatan bersama, pagar pembatas memang perlu dilakukan. Tapi hal ini akan kita bicarakan kembali kepada pihak perusahaan terkait,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







