benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Warga Desa Bebakung, Kabupaten Tana Tidung bernama Luter diduga disambar buaya pada Rabu, 16 Februari 2022 sore saat hendak membasuh salah satu anggota tubuhnya yang dirasa kotor.
Dalam hal ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Tarakan langsung melakukan pencarian.
Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin melalui Kasi Ops dan Kesiapsiagaan Dede Harian menerangkan kronologis kejadian tersebut. Dede menyebutkan bahwa korban bersama kedua temannya selesai mengatur kayu dan mencari daun nipah, korban merasa bahwa ia harus membersihkan badannya yang ia rasa kotor.
Baca Juga: Singgah Cuci Kaki, Luter Diterkam Buaya di Sungai Supa KTT
“Jadi dia merasa harus mencuci salah satu anggota tubuhnya di sungai itu, temannya sudah mengingatkan sempat dilarang karena ada ada peringatan juga kan dipasang di situ. Tapi korban nekat karena merasa sebentar aja mencucinya,” terangnya saat ditemui oleh Benuanta, Kamis (17/2/2022).
Dede mengakui kejadian ini telah terjadi berulangkali namun hingga saat ini pihaknya belum memiliki spesialis dalam penanganan atau penjinakan buaya.
“Ya kita hanya mengimbau saja untuk masyarakat, jadi biasanya buaya-buaya itu memang rentan timbulnya sore, untuk mencari makanan atau apa,” tuturnya.
“Nanti dari pusat akan mengkaji juga terkait rata-rata musibah kan kebanyakan diterkam buaya, termasuk penanganannya juga,” sambung Dede.
Dalam operasi pencarian korban diterkam buaya kali ini, Basarnas mengerahkan 5 personel dengan menurunkan sarana baru berupa Aquaeyes yang mampu mendeteksi keberadaan makhluk hidup di bawah air.
“Karena ini alatnya baru langsung dari Kepala Basarnas untuk membantu mencari korban di bawah air. Jadi ini sensor suhu tubuh ya suhu panas tubuh manusia,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







