Akan Segera Diresmikan, UBT Gelar Rakor Persiapan Fakultas Kedokteran

benuanta.co.id, TARAKAN – Keinginan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk menambah satu Fakultas bergengsi yakni Kedokteran nampaknya akan segera terwujud. Hal ini terlihat dari persiapan peresmian Fakultas Kedokteran yang diupayakan maksimal.

“Proposal sudah kita buat dan kami mengajak Direktur Rumah Sakit dan bersama Gubernur untuk melakukan pertemuan dengan kepala daerah maupun UPT terkait kesehatan di Kaltara untuk membicarakan program (rencana Fakultas Kedokteran) ini,” ujar Rektor UBT, Adri Patton pada Kamis (17/2/2022).

Selanjutnya, pihaknya juga akan mengundang Universitas Gajah Mada (UGM) dan Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi beserta tim untuk membahas kembali.

Adapun untuk kesiapannya saat ini juga tinggal menunggu kemauan politik dari negara maupun itikad baik dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 

“Apalagi dari sarana maupun prasarana, walaupun gedung Fakultas Kedokteran belum dibangun, tapi kita punya gedung luar biasa banyak yang bisa dipakai untuk kegiatan perkuliahan. Laboratorium ada yang terpadu dan sekarang sudah bisa digunakan, jadi tidak ada masalah,” terangnya.

Kebutuhan tinggi untuk Fakultas Kedokteran bisa ada di Kaltara, kata dia bisa menjadi pertimbangan untuk segera terealisasi. Terlebih lagi kebutuhan dokter di Kaltara maupun di daerah lain cukup tinggi.

“Targetnya dalam waktu secepatnya. Segera tahun ini kalau bisa,” sebutnya.

Sementara itu, dukungan juga terus mengalir dari Pemda setempat. Wali Kota Tarakan, Khairul menuturkan ia melihat kondisi kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter di Kaltara masih sangat dibutuhkan masih sangat kurang saat ini.

Baca Juga :  Flash News! Kejati Kaltara Geledah Kantor Gabungan Dinas, Beberapa OPD Diperiksa

“Di Tarakan saja, ada beberapa Puskesmas yang pelayanan 24 jam ditutup dulu lantaran kekurangan dokter. Banyak dokter yang pindah dan berhenti, namun saat dilakukan perekrutan malah tidak ada yang mendaftar,” tuturnya.

“Kebutuhannya memang luar biasa. Itu baru Tarakan, bagaimana lagi di daerah lain di Kaltara yang punya wilayah terpencil, pasti akan lebih kesulitan lagi,” imbuhnya.

Terlebih rata-rata kendala yang dialami dokter yang baru lulus tidak mendaftarkan diri di rumah sakit di Kaltara karena lokasinya yang jauh.

“Jadi lebih bagus kalau kita mendidik anak-anak di Kaltara untuk menjadi dokter. Tapi tidak membatasi orang luar untuk masuk ke Tarakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Pemutihan Pajak Kendaraan, Bapenda Dorong Kepatuhan Warga

Terlebih sumber daya manusia di Kaltara juga, menurutnya melimpah untuk bisa didorong menjadi dokter. Ditambah kampus UBT sudah memadai, berarti pemenuhan dokter di Kaltara bisa terpenuhi setelah Fakultas Kedokteran ini berdiri.

“Tinggal masalah administrasi saja menurut saya yang hafus dikebut untuk mempercepat prosesnya. Tapi, pasti mayoritas nanti yang masuk dari wilayah Kaltara yang masuk di Fakultas Kedokteran UBT. Mudahan 6-7 tahun ke depan, untuk masalah pemenuhan tenaga kesehatan seperti dokter umum tidak menjadi masalah lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *