Kepala Bandara Juwata Tarakan Dukung Penegakkan Hukum 3 Oknum Avsec Terlibat Kasus Sabu

benuanta.co.id, TARAKAN – Terungkapnya kasus penyelundupan sabu seberat 8 kilogram di bagasi pesawat Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan, pada Jumat (12/2), melibatkan 3 oknum avsec bandara akhirnya ditanggapi kepala kantor Bandara Juwata Tarakan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto menerangkan, pihaknya akan tetap menegakkan hukum negara yang berlaku jika ada petugas melanggar aturan.

“Kami akan support ke pihak berwenang untuk mengungkap sampai ke dasar, sampai ke akar-akarnya agar supaya tidak akan terjadi lagi di Bandara,” terangnya, Rabu (16/2/2022).

Menurut informasi tenaga Avsec, ketiga oknum tersebut merupakan pegawai outsourcing pihak bandara yang sudah ditangani pihak ketiga.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tilang 30 Kendaraan, Sasar Knalpot Brong dan Balap Liar
RILIS: Press Rilis penemuan diduga sabu di bagasi Bandara Juwata Tarakan di halaman Makodim 0907 Tarakan. (Foto : Endah Agustina/Benuanta)

“Kami sudah berkoordinasi intens dengan pihak outsourcing terkait dengan permasalahan ini mudah-mudahan pihak berwenang bisa mengungkap siapa yang bermain di dalamnya,” ucap Agus.

Pihaknya juga melakukan peringatan kepada pihak outsourcing seperti pembinaan terhadap pegawainya agar kejadian seperti ini tidak berulang.

“Pihak outsourcing juga sudah datang kemari, kita berikan penekanan agar ini tidak terjadi,” katanya.

“Tindakan tegas pasti, kita tidak pandang bulu siapa yang bersalah,” sambungnya.

Adapun untuk pemecatan adalah wewenang sepenuhnya dari pihak ketiga, sedangkan dari pihak bandara hanya memiliki wewenang untuk menerapkan Standart Operating Procedure (SOP).

Baca Juga :  Dapur SPPG Polres Tarakan Diresmikan, Target Produksi Bertahap Hingga 2.000 Porsi

Menurut kacamata Agus dari adanya kejadian fatal ini, pihaknya sangat perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja petugasnya.

“Tentunya ini menjadi evaluasi kami, karena kenapa di jam rawan ini bisa terjadi seperti ini. Tentunya mungkin nanti harus ditambah SOP nya di jam-jam malam juga,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, ketiga oknum Avsec tersebut yakni AM, SU dan BA sudah lama bekerja sebagai tenaga outsourcing pihak ketiga PT. Garuda Tawakal Abadi (GTA).

“Kami tidak mungkin memilih pihak ketiga sembarangan karena mereka sudah punya sertifikasi dari kementrian pusat, dan itu sudah melalui verifikasi juga,” tegas Agus.

Baca Juga :  Kemenag Tarakan Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H, Ini Besarannya

Dalam hal ini pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur stakeholder untuk meminimalisir kejadian serupa agar tidak terulang kembali.

“Pihak maskapai juga, outsourcing juga saya panggil semuanya tadi, jika kemarin barang itu di check-in kan oleh yang petugas sekarang tidak lagi, hanya dilakukan yang bersangkutan. Airline harus bertanggung jawab bahwa siapa yang mau check-in harus yang bersangkutan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *