benuanta.co.id, BULUNGAN – Salah satu yang terdampak atas kerusakan jalan menuju Apau Kayan adalah pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang kesulitan melaksanakan pembangunan, diantaranya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kaltara.
Untuk itu, kedua perwakilan Kementerian PUPR inipun hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara. Kepala BPJN Provinsi Kaltara Zamzami menuturkan pihaknya menjadi salah satu pihak yang mempunyai kegiatan diperbatasan.
“Di sana memang sudah ada beberapa ruas jalan yang menjadi tanggungjawab BPJN. Tapi kegiatan kita yang ada di sana itu kita harus menggunakan Jalan Sumalindo itu supaya kegiatan kita itu bisa berjalan,” ucap Zamzami kepada benuanta.co.id, Senin 14 Februari 2022.
Dijelaskannya, kondisi sekarang Jalan Sumalindo yang merupakan akses satu-satunya ke Apau Kayan yang panjangnya sekitar 147 kilometer rusak parah. Bukan hanya proyek yang terganggu tapi juga masyarakat yang ada didaerah itu.
“Maka disinilah harus duduk bersama membahas terkait memperbaiki dan memiliki jalan tersebut. Saya minta semuanya, salah satunya ke BPPW yang membangun 4 PLBN yang ada di Kaltara bersama pemerintah daerah duduk bersama untuk mencari solusi,” jelasnya.
Zamzami mengatakan jalan tersebut sama-sama dibutuhkan, sehingga semuanya harus gerak bersama melaksanakan perbaikan. Di BPJN sendiri jalan Sumalindo ke Apau Kayan hingga ke Long Bagun Kaltim merupakan jalan yang penting.
“Karena kita sama-sama butuh, paket-paket yang ada disana juga butuh jalan itu untuk membawa material pabrikasi seperti semen dan segala macam kebutuhan untuk pekerjaan proyek. Kecuali material lokal seperti agregat disana bisa dibekap,” ujarnya.
Dirinya berharap, mudah-mudahan ada solusi untuk jangka pendeknya, bagaimana di akses terhadap segera bisa memperbaiki kerusakan jalan itu sehingga apa yang dikeluhkan soal harga tinggi dan barang-barang sulit didapatkan disana segera bisa didapat.
“Apalagi jalan perbatasan kita di Kaltara ini panjangnya hampir 1.000 kilometer menurut desain. Bisa lebih pendek jika masuk ke lapangan melaksanakan pembangunan atau bisa juga lebih panjang. Makanya semua harus turun memperbaiki agar semuanya jalan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







