benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Patmor Sabhara Polres Tarakan berhasil melakukan pengamanan terhadap pelaku begal payudara di depan Taman Anggrek pada Sabtu, 12 Februari 2022.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui KBO Sabhara Polres Tarakan, IPDA Edi Sudarto menerangkan awalnya pihaknya menerima informasi dari sosial media bahwa ada aksi kriminal itu.
“Kita telusuri kita cari korbannya kita interogasi dan didapati keterangan bahwa ada tiga korban dari begal payudara ini, modusnya memegang langsung lari,” terangnya saat ditemui Benuanta, Senin (14/2/2022)
Dilanjutkannya, berdasarkan pengakuan korban pada saat aksi terakhirnya pelaku berinisial SA ini tidak sengaja menjatuhkan handphone nya.
“Barang bukti Itulah yang diambil korban kemudian disimpan korban, nah tim Patmor kemudian menemui korban dan memancing pelaku,” tuturnya.
“Dihubungi salah satu kontak yaitu istrinya, kita pancing untuk ketemuan kalau tidak akan didatangi, diancam begitu sama korban dan akhirnya mau bertemu. Korban mengajak ketemuan di belakang Indoor yang tikungan itu tempat jual es kelapa dan di situ kami amankan langsung,” lanjut Edi.
SA mengaku bahwa ia telah melakukan aksi ini sebanyak dua kali meskipun pada kenyataannya terdapat tiga korban yang merugi akibat perbuatannya. Berdasarkan hasil interogasi, SA melakukan hal tersebut dengan dasar khilaf.
“Kalau saya maunya proses hukum untuk antisipasi takutnya bisa terjadi lagi, tapi korbannya sepakat tidak mau dengan alasan kemanusiaan dan soal privasi jadi malu,” jelasnya.
Dalam hal ini pihak kepolisian hanya melakukan pembinaan terhadap pelaku begal payudara ini.
“Antisipasi nya Tim Patmor Sabhara selaku melakukan antisipasi dengan patroli ke daerah rawan seperti daerah Amal, Jalan Kusuma Bangsa atau daerah Stadion Datu Adil itu rawan,” tuturnya.
Edi juga mengimbau kepada para perempuan agar dapat berjaga-jaga jika melalui tempat yang sepi dan gelap.
“Jangan jalan sendirian minimal bawa teman, kalau pas kejadian usahakan cari identitas pelaku, seperti plat nomor motornya dan ciri-ciri pelakunya saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







