Prediksi Masih Hujan hingga Tiga Hari ke Depan, Ini Penjelasan BMKG

benuanta.co.id, TARAKAN – Seminggu terakhir, Kalimantan Utara (Kaltara) diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Hujan yang mengguyur tidak jarang juga menimbulkan angin kencang serta gelombang yang tinggi.

Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Totok Dwi Sucahyanto menerangkan hal ini dipengaruhi oleh garis edar matahari.

Menurut kacamatanya, garis edar matahari ini sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan dan bergeser ke belahan bumi Utara dan Selatan.

“Seperti pada saat bulan Oktober hingga Maret matahari seolah-olah berada di belahan bumi Selatan, begitu juga pada bulan April hingga Oktober seolah-olah berada di Utara,” terangnya, Sabtu (12/2/2022).

Baca Juga :  Awal Tahun 2026, Angkutan Udara Penyumbang Terbesar Deflasi di Tarakan

Saat ini, garis edar matahari tengah mendekati garis katulistiwa yang menyebabkan suhu muka laut di area perairan Indonesia relatif lebih tinggi.

“Karena lebih terpapar sinar matahari tersebut, itu menyebabkan penguapan di laut jauh lebih besar dibanding bulan lain, apalagi di Tarakan,” jelas Totok.

Ia menjelaskan bahwa secara monsunal, saat matahari berada di belahan bumi Selatan, massa udara basah sangat kaya karena melalui laut Cina Selatan dan berbelok melalui Kaltara menuju wilayah Jawa.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Catat 86.487 Layanan Adminduk Sepanjang 2025

“Kondisi umum yang basah tersebut dengan kondisi perairan lautan yang semakin panas itu yang menyebabkan potensi tumbuhnya awan-awan hujan itu yang menyebabkan hujan terus menerus,” jelasnya.

Menurut pantauan BMKG Kota Tarakan potensi hujan masih dapat terjadi hingga tiga hari ke depan. Terlebih, suasana di wilayah lokal Kaltara masih belum mampu menambah pembentukan awan konvektif.

“Maka hujannya masih dengan skala ringan hingga sedang hingga tiga hari ke depan, jadi tidak ada potensi hujan esktrem. Hujan ini pertumbuhannya melalui awan-awan penengah yang berada di arah Barat hingga Tenggara Kota Tarakan,” tuturnya.

Baca Juga :  Pastikan Pengemudi Layak Berkendara, Satlantas Gelar Ramcek di Pelabuhan dan Bandara Tarakan

“Begitu juga di wilayah Kaltara lain, cuma kalau Malinau itu diperkirakan akan berpotensi hujan lebih deras karena Topografi, karena mereka (Malinau) lebih tinggi jadi pembentukan awan penengahnya berpotensi lebih cepat di sana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *