benuanta.co.id, TARAKAN – Berdasarkan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) lapor wajib pajak Tarakan dan Nunukan mencapai angka di atas 100 persen.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan, Gerrits Parlaungan Tampubolon mengatakan pada 2021 lalu, Tarakan-Nunukan mendapatkan hasil pajak sebesar Rp 900 miliar. Sementara tahun ini target pajak Rp 1,23 triliun.
“Ini mencapai 90,9 persen dari target Rp 990 miliar. Paling banyak dari sektor pertambangan dan perdagangan. Yang paling kecil dari sektor jasa,” katanya, Kamis (10/2/2022).
Untuk SPT tahun ini pun masih berjalan, sehingga pihaknya belum mendapatkan angka jelas terkait pembayaran SPT.
“Kalau sekarang belum (ada data SPT) karena biasa pergerakannya itu biasa bulan Maret,” ungkap Gerrits.
Gerrits menjelaskan pelaporan pajak menjadi hal penting, sebab memiliki dua sisi manfaat yakni dari sisi wajib pajak akan membuat laporan menjadi lengkap.
“Sehingga pengawasan wajib pajak juga akan sesuai sedang untuk pemerintah pihaknya akan mendapatkan penerimaan dan basis data yang semakin baik,” jelasnya.
Melihat wajib pajak di Tarakan oleh masyarakat semakin baik, Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes menuturkan pajak merupakan salah satu tulang punggung utama pembangunan negara.
Masyarakat yang memiliki kemampuan dan usaha diimbau agar dapat membayar pajak tepat waktu termasuk mengisi SPT tahunan.
“Saya mengimbau agar seluruh ASN dapat patuh terhadap penyesuaian SPT agar dapat memberi contoh kepada masyarakat,” singkatnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







