UBT Sosialisasikan Masuk PTN hingga ke Pelosok Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Menjadi salah satu kelompok kerja di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) di Indonesia, Universitas Borneo Tarakan (UBT) aktif dalam melakukan sosialisasi untuk masuk tes perguruan tinggi negeri kepada para siswa hingga ke pelosok daerah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UBT, Armansyah menjelaskan sosialisasi ini menyasar ke seluruh kelas 12 SMA, SMK dan Madrasah Aliyah di Kaltara.

“Kami sudah mulai sosialisasi bahkan kemarin kami di Bulungan menyebar di beberapa titik, ada yang tembus ke Long Lesok karena minim juga kan di sana informasinya,” jelasnya, Sabtu (5/1/2022).

Baca Juga :  Tiket Speedboat Tanjung Selor–Tarakan Kini Bisa Dibeli Online

Pihaknya berkomitmen agar bisa menjangkau wilayah pelosok bahkan perbatasan untuk memberikan informasi tentang kependidikan ini.

“Kemudian ke Selimau dan Tanjung Palas, Malinau, Sembakung dan Mansalong, ada yang juga ke Nunukan, Sebatik, Tana Kuning. Pokoknya semualah (daerah) ya. Kami berusaha untuk sampai ke titik yang memerlukan informasi kemudian yang akses internet kurang,” katanya.

SOSIALISASIKAN : Tim kemahasiswaan UBT saat melakukan sosialisasi masuk PTN di salah satu sekolah. (IST)

Sosialisasi ini berisi tentang cara masuk PTN dengan menggunakan dua jalur yang telah disiapkan, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Pemutihan Pajak Kendaraan, Bapenda Dorong Kepatuhan Warga

“Jadi bagaimana cara mendaftar, apa yang perlu dilengkapi, jika pakai SNMPTN atau SBMPTN mereka (siswa) wajib mengantongi surat keterangan dari sekolah, karena ijazah kan belum keluar juga. Apalagi yang mau mendapatkan beasiswa jalur KIP kuliah, secara teknis kita bimbing juga,” terangnya.

Arman menambahkan bahwa dalam pendaftaran ini sudah mulai berjalan hingga tanggal 15 Februari 2022 mendatang. Siswa dan guru dalam hal ini dituntut aktif mengingat pendaftaran PTN menggunakan sistem online.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Aplikasi ASITA Masuk DPO, Kejati Kaltara Masih Lacak Keberadaan MI

“Harapan saya ke dewan guru maupun pengajar biasanya kan siswa terbatas informasi teknologi, mohon kesediaan guru BK atau Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk membimbing. Siswa harus aktif juga, kalau Kaltara ini semua anaknya kuliah Insyaallah bisa kembali dan membangun Kaltara dengan baik,” tutup Arman. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *