benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah komunitas masyarakat bernama Tarakan Trift Market, mengadakan event Tarakan Trift Market Volume 5 yang berfokus pada pemasaran produk bekas (Second Branded) namun layak guna. Hal itu dapat terselenggara dengan tekad mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan.
Kegiatan yang diinisiasi para kaum muda itu, dilaksanakan sejak tanggal 4 Februari hingga 13 Februari 2022. Terdapat 38 stand dan 64 pedagang yang didominasi pasarkan second branded mulai dari sepatu, pakaian, tas dan berbagai aksesoris.
Kegiatan tersebut ditangani langsung oleh komunitas Tarakan Trift Market yang memang memiliki fokus pada perekonomian dan Second Branded. Mulai sore kemarin, kegiatan itu terlaksana di Graha Pemuda KNPI Kota Tarakan, beragam variasi harga disajikan mulai dari 50 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah.
Sejalan dengan niat awal memacu pertumbuhan ekonomi, komunitas TTF tak salah pilih, pihaknya memastikan pedagang yang terlibat merupakan masyarakat Kota Tarakan. Hal itu merupakan kesepakatan antara pihaknya bersama Pemerintah Kota Tarakan
“Pedagangnya terdiri dari pelajar, kaum muda hingga kalangan tua. Kita mau membantu pertumbuhan ekonomi di daerah, lalu kita ingin mengangkat lagi produk Second Branded karena sudah sejak tahun 1990an menjadi barang konsumsi masyarakat Kaltara,” ujar Wakil Ketua TTF, Muhammad Syahdan kepada benuanta.co.id, pada Jumat, 4 Februari 2022.
Muhammad Syahdan menuturkan, antusias masyarakat luar biasa, terlihat pada hari pertama setiap sudut stand ramai dikunjungi warga Tarakan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa kegiatan pemasaran produk Second Branded ini menuai dukungan positif dari Pemerintah Kota Tarakan. Terlihat dalam pembukaan acara tersebut pun dihari Wakil Walikota Tarakan, Effendhi Djuprianto dan Kepala Disdagkop dan UKM Tarakan, Untung Prayitno.
“Selama masa pandemi Covid-19, pertambahan jumlah pedagang rombengan semakin banyak. Mungkin awalnya hanya coba-coba, cari kesibukan sekarang menjadi pemasukan ekonomi di keluarga masing-masing. Semoga terus didukung pemerintah, kami akan melaksanakan setiap 5 bulan sekali,” lanjut Muhammad Syahdan.
Pantauan benuanta.co.id, lokasi kegiatan itu diwarnai dengan semangat para pedagang yang mengenalkan produk-produknya. Setiap sudut stand tersebut memiliki keberagaman produk yang cocok menjadi selera milenial dan semua kalangan usia.
Ditambah dengan pengawasan protokol kesehatan yang baik oleh Satpol PP Pemerintah Kota Tarakan, sehingga kegiatan tersebut berjalan lancar.
Tarakan Trift Market volume 5 tersebut disponsori oleh HIPMI Kota Tarakan, Benuanta Group, Honda, Oppo, Askrindo, TV KU, IPSS, IPPM dan beberapa komunitas serta instansi.
Sementara itu, seorang mahasiswa yang turut berkunjung ke hajatan tersebut mengapresiasi karya komunitas Tarakan Trift Market yang tergolong jarang dipikirkan oleh pihak lainnya.
Denis Yosafat, mahasiswa FPIK UBT itu menuturkan keistimewaan berbagai produk yang tersedia. Selain harga yang terjangkau, kualitas pun dikatakan baik.
“Kegiatan seperti ini perlu dirutinkan. Saya tadi membeli hand bag modelnya bagus, bahannya bermutu dan harganya cocok dengan kantong mahasiswa seperti kami ini. Lengkap juga barang-barang yang dipasarkan, pokoknya pas lah dengan selera masyarakat Tarakan,” ujar mahasiswa asal Desa Mara 1 Kecamatan Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan tersebut. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







