benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Dalam rangka mengantisipasi dan mencegah adanya permasalahan tumpang tindih lahan tambak, Kepala Desa (Kades) Bebatu, Mahmuda melakukan peninjauan langsung ke tambak-tambak petani pada Selasa, 1 Februari 2022.
Tinjauan langsung yang dilakukan oleh Mahmuda ini merupakan langkah untuk menertibkan administrasi lahan tambak yang selama ini selalu menjadi sengketa antar petani tambak.
“Kita hanya ingin petani tambak tertib administrasi, agar ke depannya tidak ada lagi masalah tumpang tindih lahan tambak. Sekaligus untuk memastikan para petani tambak agar dapat mereboisasi mangrove yang ada di sekitar tambak,” kata Mahmuda.
Selain itu, Kades Bebatu juga ingin masalah administrasi para petani tambak yang berada di wilayah HPL dan HP (hutan produksi) ke depan dapat diselesaikan atau dicarikan solusi.
“Saya akan bekerjasama terus dengan pihak kecamatan dan pemerintah kabupaten agar ke depan di Desa Bebatu tidak ada lagi tumpang tindih dan lain sebagainya,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, penertiban administrasi tambak yang dilakukan oleh Pemdes Bebatau kali ini juga merupakan buntut dari keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang ingin memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penambahan anggaran khusus dari jalur perikanan
“PAD yang kita peroleh dari tambak ini sangat besar, apalagi KTT juga merupakan salah satu daerah penyumbang terbesar pajak perikanan bagi Negara,” bebernya lagi.
“Sudah tentu hal ini akan menjadi perhatian oleh Pemkab kita. Makanya kita ingin administrasi lahan tambak ini jelas status kepemilikannya, agar PAD kita semakin membaik dan Pemkab bisa menjadi lebih mudah dalam mengurus penambahan anggaran industri perikanan kita,” tutupnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







