Banjir Rendam Pemukiman Warga Sembakung, Ketinggian Air Lebihi Batas Normal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir kembali merendam permukiman warga di RT 06 dan 07 Kampung Tembelunu, Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kebupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) Sabtu, 22 Januari 2022

Banjir ini diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah hulu sungai Sembakung beberapa hari ini, hingga membuat permukiman warga meluap.

Baca Juga :  Pastikan Tetap Fungsional, BMKG Nunukan Lakukan Pemeliharaan Alat Monitoring Gempa Bumi

“Banjir ini baru tadi malam merendam pemukiman kami kampung Tembelunu, pas bangun sudah tergenang aja depan rumah,” kata Sonia Warga Tembelunu.

Banjir yang menggenangi pemukiman turut mempengaruhi aktivitas masyakarat setempat. Mau tak mau warga pun harus menggunakan perahu sebagai sarana untuk tetap memobilisasi.

“Saya berharap agar air ini tidak naik lebih besar lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Musrenbang se-Pulau Nunukan Fokus Pemerataan Infrastruktur dan Penguatan Ekonomi Inklusif

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin menjelaskan permukaan di wilayah tersebut diakuinya sangat rendah. Alhasil jika banjir melanda, wilayah tersebut yang pertamakali terdampak.

“Dua RT yakni 6 dan 7 adalah langganan banjir di Desa Atap,” terangnya.

Kondisi ketinggian air saat ini dapat terpantau mengalami kenaikan sekitar 30 sentimeter dari batas normal.

Baca Juga :  Masuk ke Malaysia lewat Jalur Ilegal, 217 PMI Dideportasi

“Kami juga menyampaikan kepada pos pemantau yang ada di beberapa wilayah agar berkordinasi dengan pemerintah setempat dalam penanganan banjir,” tandasnya. (*)

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *