oleh

Selain Hukum Negara, Massa Minta Edy Mulyadi Juga Dihukum Adat

benuanta.co.id, TARAKAN – Pernyataan singkat Edy Mulyadi tentang Kalimantan menuai berbagai kecaman dari masyarakat asli Kalimantan. Hal ini terlihat dari turunnya ratusan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Adat Kaltara yang menyuarakan murkanya terhadap Edy Mulyadi pada Selasa (25/1/2022).

“Karena sudah menyakiti hati dan perasaan kami, kita sesama manusia dikatain begitu rasanya tidak masuk akal. Beliau berpendidikan harusnya punya perasaan, jangan bicara ngawur dan tidak masuk akal,” tegas Korlap Aliansi Masyarakat Adat Kaltara, Roni Iskandar, Selasa (25/1/2022).

Untuk diketahui, Aliansi Masyarakat Adat Kaltara memiliki 6 poin tuntutan ditambah 1 poin dari DPRD Tarakan yang berisi tentang :

  1. Mengecam dengan keras dan tidak menerima ucapan ujaran kebencian dan provokatif pernyataan Sdr. Edy Mulyadi dkk melalui media sosial karena sangat tidak terpuji yang dapat menghina perasaan masyarakat Kalimantan.
  2. Melaporkan ke aparat penegak hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia Sdr. Edy Mulyadi dkk atas pernyataan guna mempertanggungjawabkan tindakannya yang sangat melukai dan mengganggu ketenangan masyarakat Kalimantan.
  3. Meminta kepada Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia segera menangkap dan memproses secara hukum Sdr. Edy Mulyadi dkk atas pernyataannya tersebut.
  4. Bahwa perbuatan Sdr. Edy Mulyadi dkk dapat diklasifikasikan sebagai tindak pidana, perbuatan tidak menyenangkan dan sengaja menyerang kehormatan masyarakat Kalimantan, sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE dalam Pasal 310 KUHP.
  5. Menuntut Sdr. Edy Mulyadi dkk agar meminta maaf secara langsung dihadapan masyarakat Kalimantan Utara.
  6. Mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjaga semangat persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Meminta kepada Sdr. Edy Mulyadi untuk dihadirkan di Kalimantan untuk diproses sesuai hukum adat Kalimantan.
Baca Juga :  Oknum TNI Aktif Diduga Cabuli Anak 13 Tahun

Pantauan benuanta.co.id serta pengakuan dari berbagai masyarakat Kalimantan, meskipun Edy Mulyadi telah melakukan permintaan maaf dikanal akun YouTubenya, masih belum dapat menyurutkan kekecewaan masyarakat Kalimantan.

Baca Juga:

“Untuk permintaan maaf kami sangat terima sesama manusia, tapi yang namanya pelanggaran hukum harus ditindak. Harus dilakukan sidang adat agar kesalahannya juga dapat terampuni,” tegas Roni.

Baca Juga :  Turnamen Esport ESI Kaltara Telah Usai, Simak Para Peraih Juaranya

Pihaknya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk terus mengawal kasus penghinaan ini. “Perlu kita ketahui bersama attitudenya minta maaf bukan tulus malah kayak mengejek, itu kalau tulus ayo duduk bicara baik-baik datang ke Kalimantan,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kota Tarakan, Yulius Dinandus mengatakan bahwa akan mengawal kasus ini hingga tuntas ke ranah hukum.

Baca Juga :  Jelang Fornas, Kormi Tarakan Gencar Persiapkan Atlet

“Hari ini adalah aksi dari sebuah pernyataan-pernyataan yang disampaikan oknum yang telah menyakiti bukan saja asli (Kalimantan) tapi masyarakat yang sudah lama tinggal dan menikmati Kalimantan,” katanya.

“Hukum tetap berlaku untuk menindaklanjuti oknum tersebut dan kami dari DPRD ikut mendukung, mengawal itu juga sampai Edy Mulyadi diproses secara hukum,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × three =