oleh

Cerita Anak Jualan Makanan Bantu Ekonomi Keluarga

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemandangan anak-anak menenteng makanan untuk dijual tak jarang ditemukan di ruang publik hingga masuk ke warung makan.

Biasanya, anak-anak ini berjualan kacang, kerupuk, hingga kue. Tak jarang juga, mereka menawarkan ke orang untuk membeli barang dagangannya dengan alasan agar bisa pulang ke rumah setelah dagangan habis.

Dengan wajah penat dan baju yang sedikit kotor, anak-anak ini menghampiri masyarakat yang tengah singgah ke rumah makan atau cafe. Bagi masyarakat yang merasa iba kemudian memberi mereka sejumlah uang namun tidak membeli dagangannya.

Gogo (nama disamarkan) anak berusia 8 tahun yang baru menduduki bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) harus rela membagi waktunya untuk berjualan.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Disdik Kaltara Buka 300 Kuota Beasiswa Luar Negeri

Gogo berbagi cerita kepada tim benuanta.co.id dalam kisahnya mengukur jalanan membawa barang dagangannya. Gogo menjelaskan bahwa ia adalah anak keempat dari lima bersaudara. Ia mengaku sangat senang berjualan karena dapat beraktivitas dan bertemu dengan teman-teman sebaya lainnya yang juga berjualan.

“Gak capek jualan, suka aja apalagi sama sepupu saya juga kadang-kadang ketemu,” katanya.

Ia menuturkan bahwa dalam keluarga kecilnya, ibunya yang memintanya untuk berjualan. Dengan nada yang terbata-bata ia terpaksa mengakui hal itu.

Tak sendiri, ia berjualan bersama kakak kandungnya, Gigi (nama disamarkan) yang tengah duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Gogo juga menceritakan penangkapan oleh Satpol PP yang terjadi pada Jumat 21 Januari 2022 lalu. Pada saat itu, ia sedang terpisah dengan kakaknya. Alhasil, hanya kakaknya lah yang diamankan oleh Satpol PP dan dibawa ke Sedungan.

Baca Juga :  Pasca Idul Fitri, Sektor UMKM Meningkat hingga 75 Persen

“Kemarin yang ditangkap Abang saya, karena saya lagi sama mama juga jualan. Abang saya lagi mau pulang kan malam itu, sama sepupu saya tiba-tiba dicegat sama bapak itu,” ujar Gogo.

Dalam kesehariannya mencari rezeki, ia mengaku tetap bersekolah pada pagi hari. Selepas itu, ia pulang ke rumah untuk beristirahat sebentar dan lanjut berjualan.

Seharinya, Gogo mampu mengumpulkan uang hasil jualan kacang dan kue sekitar Rp 100 lebih dan hasil jualannya diserahkan ke orang tuanya.

Baca Juga :  Satu Motor Scoopy Raib Akibat Kelalaian Pemilik Lupa Cabut Kuncinya

“Saya gak dikasih uang sama mama sih, tapi dibelanjakan, dibelanjakan es. Kadang juga saya minta dikasih kok 10 ribu,” lontar Gogo dengan polosnya.

Gogo mengaku tidak pernah sakit ataupun lelah dalam berjualan. Karena ia selalu memegang prinsip membantu orang tua dan mengingat adiknya yang berusia 3 tahun.

“Kalau kakak yang nomor dua tugasnya jaga adek, kasihan masih kecil baru mau masuk 3 tahun,” ucapnya.

Semenjak kejadian penangkapan, Gogo berkata tidak akan lagi berjualan dan fokus bersekolah. “Iya habis ini fokus sekolah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 − 4 =