oleh

Warga Ramai Beli Minyak Goreng, Alfamidi Minta Jangan Panik Buying

benuanta.co.id, TARAKAN – Sejak 19 Januari 2022, pemerintah pusat menetapkan satu harga minyak goreng untuk Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di seluruh wilayah Indonesia.

Kebijakan inipun berlaku di Kota Tarakan pada dua tempat, yakni Ramayana dan Alfamidi. Beberapa waktu lalu, sempat tersebar video masyarakat tampak memadati salah satu cabang Alfamidi di Kota Tarakan.

Antrean tersebut merupakan masyarakat yang hendak membeli minyak goreng yang sudah turun harga menjadi Rp. 14 ribu perliter.

Wakil Kepala Toko Alfamidi Cabang Jenderal Sudirman, Rosnaulia menjelaskan bahwa minyak goreng di gerai tempat ia bekerja dapat habis dalam hitungan waktu 30 menit.

Baca Juga :  Buruan Daftar! Disdik Kaltara Buka 300 Kuota Beasiswa Luar Negeri

“Rata-rata masyarakat yang datang keroyokan rombongan gitu, jadi kami pernah buat satu orang maksimal membeli dua kemasan minyak goreng, karena banyak yang gak kebagian jadi kami rubah jadi satu hari satu kemasan aja,” jelasnya, Jumat (21/1/2022).

Kebijakan pemerintah ini berlangsung selama enam bulan ke depan. Jadi, ia berharap bahwa masyarakat tak perlu panik dan harus memborong.

“Ini berlaku 6 bulan juga, jadi sebenarnya tidak papa kalau gak memborong gitu, kasian yang gak kebagian, saya rasa juga masyarakat 1 kemasan cukup untuk satu hari,” tegas Ros.

Baca Juga :  Berantas Narkoba, BNNP Kaltara dan Lapas Tarakan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama

Pihaknya juga mengaku mengalami kesulitan jika masyarakat berbuat curang dengan berpura-pura tidak mengenali orang serumahnya datang untuk bergantian membeli minyak goreng tersebut.

“Kami kan gak bisa ngenalin orang satu persatu, tapi kalau kami ingat (wajahnya) kami pasti beritahu perhari satu, kalau yang lolos sudah dibiarin aja kami juga gak seberapa hafal juga,” ungkapnya.

Pada toko cabang Alfamidi tempat ia bekerja, ia menerangkan dalam waktu satu hari dapat menghabiskan 300 kemasan 2 literan. Menurutnya pula, pembelian minyak goreng ini dinilai meningkat dibandingkan sebelum penyesuaian harga terjadi.

Baca Juga :  Kaltara Potensi Dimasuki Pesawat Asing Tak Berizin

Sementara itu, salah satu pembeli Santi (35) menjelaskan bahwa sebagai ibu rumah tangga penyesuaian harga ini cukup membantu.

“Terbantu sekali, karena kemarin kan mahal banget harganya jadi sekarang dengan penyesuaian ini ya Alhamdulillah lah,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa sebelum ada penyesuaian harga ini, ia selalu berbelanja dengan harga yang mahal.

“Mahal, saya biasa beli 5 liter sampai seratus ribu lebih,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 − 3 =