oleh

Habis Vaksin Pemuda di Tanjung Palas Ngedrop hingga Meninggal Dunia, Punya Riwayat Stroke Ringan, Penyakit Lambung dan Kolesterol

benuanta.co.id, BULUNGAN – Herman Efendy (28) beralamat di RT I Jalan Bendahara Kelurahan Tanjung Palas Ulu Kecamatan Tanjung Palas meninggal dunia pada hari Kamis, 20 Januari 2022. Herman pada tanggal 15 November 2021 sempat mengikuti program vaksinasi pertama.

Sahmian (53) ibu dari almarhum Herman Efendy, mengatakan jika anaknya meninggal dunia. Diduga efek dari vaksin. Selain itu, Herman memiliki riwayat penyakit lambung, stroke ringan dan kolesterol tinggi.

“Herman ini memiliki riwayat penyakit lambung, stroke ringan. Sebelum vaksin sudah saya tanyakan sama dokter, kata dokter bisa vaksin makanya Dokter Suryatan (Dirut RSD Soemarno Sosroatmodjo) memberikan surat untuk vaksin,” ucap Sahmian kepada benuanta.co.id, Jumat 21 Januari 2022.

Baca Juga :  Sabu Seberat 107,61 Gram Pengungkapan Selama 3 Bulan Dimusnahkan

Dia mengatakan vaksin yang diberikan berjenis Pfizer, sebagai syarat untuk memperpanjang kontrak kerja. Pasalnya, Herman Efendy bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan.

“Karena dia sayang betul sama kerjaannya, makanya syarat vaksin yang diminta sama kantornya untuk perpanjang kontrak,” bebernya.

Sehari kemudian usai vaksin, pada 16 November 2021 kondisi tubuh Herman mulai drop. Sempat berangkat ke tempat kerjanya, setelah itu pulang kesehatannya mulai menurun, ibunya pun sempat membelikan obat untuk diminum namun Herman langsung muntah, hingga dilarikan ke Puskesmas Tanjung Palas untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga :  ISI Laporkan Pembebasan Lahan KIPI Capai 50 Persen, Pemkab Bakal Cek Lagi

“Setelah minum obat tidak lama Herman langsung muntah kuning. Sore saya bawa ke Puskesmas tapi muntah terus sampai 3 kali, sempat diinfus dan dan disuntik beberapa kali,” jelasnya.

Karena keseringan muntah, Herman sempat tidak sadarkan diri hingga dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Selama 6 hari di rawat lalu keluar di bawa ke rumah setelah itu 3 hari kemudian kontrol lagi ke rumah sakit.

“Setelah itu pulang lagi ke rumah minum obat Herman muntah sampai lepas rahangnya, kami bawa lagi ke rumah sakit setelah terpasang tidak lama lepas lagi. Maka di bawa ke rumah sakit lagi, dia sampai 4 kali masuk ruangan operasi. Sejak saat itu anak saya tidak bisa duduk,” paparnya.

Baca Juga :  Pengelola KIPI Diminta Tampilkan Time Schedule

Sahmian menjelaskan Herman Efendy merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Dimana anaknya ini menjadi tulang punggung keluarga sejak bapaknya bernama Ahmad Kaswan meninggal dunia di tahun 2018.

“Dia ini menggantikan bapaknya sejak tahun 2018 karena meninggal dunia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 + three =