oleh

Armada Banyak Rusak, PMK Merasa Tak Diprioritaskan 

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Tarakan hingga tahun 2022 masih memilukan. Banyak yang mengalami kerusakan akibat tidak tersedianya anggaran peremajaan.

Kepala Seksi PMK Tarakan, Irwan, SE menjelaskan untuk mengoptimalkan penanggulangan kebakaran, setiap tahunnya PMK mengajukan bantuan anggaran ke Pemerintah Kota Tarakan dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

Diduga permintaan anggaran peremajaan armada tak diindahkan berhubungan dengan ketersediaan anggaran di daerah.

Bahkan, Irwan pun menyayangkan kondisi tersebut. pasalnya, seringkali diteruskan PMK Tarakan kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Tarakan, tetapi hingga kini belum menuai solusi.

Baca Juga :  Petugas Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara Razia Kamar Napi, Temukan HP dan Sajam

“Kami selalu mengajukan anggaran setiap tahunnya ke Pemerintah Kota Tarakan dan Pemerintah Provinsi Kaltara. Jadi kami menunggu realisasinya tetapi sampai di tim anggaran nyatanya dicoret karena ketersediaan anggaran,” ujar Irwan kepada benuanta.co.id pada Jumat, 21 Januari 2022.

Terkadang pihaknya berusaha untuk memaklumi bahwa anggaran daerah tidak seperti masa-masa dulu yang kerap stabil. Tetapi yang disayangkannya, dengan urusan wajib layaknya pemadaman kebakaran, penyelamatan dan penanggulangan bencana itu seharusnya diprioritaskan.

Baca Juga :  Berantas Narkoba, BNNP Kaltara dan Lapas Tarakan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama

“Kami sudah menyampaikan juga ke DPRD Tarakan bahwa kondisi armada dan perlengkapan PMK Tarakan sudah banyak yang rusak serta minim. Saat ini kami hanya bermodal semangat dan kedisiplinan anggota,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PMK Tarakan, bahwa saat ini armada pemadaman kebakaran tersebut rata-rata berusia 23 tahun dan merupakan hibah dari Pemprov Kalimantan Timur beberapa tahun silam.

Baca Juga :  Kaltara Potensi Dimasuki Pesawat Asing Tak Berizin

“Kondisi beberapa armada banyak yang rusak. Beberapa armada sudah mangkrak tidak dapat diperbaiki karena anggaran. Dari 13 armada hanya 8 armada yang masih berfungsi normal. Bahkan pengajuan radio pun tidak disetujui, sehingga kami patungan biaya pribadi,” tutupnya. (*) 

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

two × 3 =