oleh

Diduga Depresi, Susi Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya

benuanta.co.id, BULUNGAN – Warga Jelarai Selor digegerkan dengan penemuan mayat perempuan, yang ditemukan dalam kondisi tergantung di rumahnya di Kilometer 2 Jalan Trans Kaltara Desa Jelarai, sekira pukul 08.00 Wita, Rabu 19 Januari 2022.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Mhd Khomaini mengatakan penemuan orang meninggal dunia yang diduga gantung diri ini pertama kali ditemukan oleh tetangganya bernama Sigit.

“Korban atas nama Susi Nuswandari umur 30 tahun. Pertama kali ditemukan oleh Sigit, karena mencium bau busuk sekitar 3 hari ini tapi yang memang bau busuk yang menyengat betul pada hari ini,” ujar Khomaini kepada benuanta.co.id, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga :  Soal Mediasi Kasus Pencabulan, Begini Penjelasan KPAI

Dugaan saksi ini semakin kuat pasalnya sebelum berangkat kerja, Sigit sempat menengok jendela rumahnya yang bersebelahan dan satu dinding kayu melihat korban telah gantung diri. Setelah melihat tetangganya tewas tergantung, Sigit pun melaporkan temuannya kepada Ketua RT setempat.

“Setelah itu Ketua RT pun memberitahukan informasi tersebut kepada Polres Bulungan dan keluarga korban atas nama Arif Siswandi sebagai kakak korban,” jelasnya.

Kepolisian pun datang untuk memeriksa kondisi mayat tersebut dan mengevakuasinya ke rumah sakit. Kepada polisi, Arif Siswandi menuturkan sebelum Susi gantung diri beberapa kali sering main ke rumahnya kakaknya.

Baca Juga :  Petugas Lapas Tarakan dan BNNP Kaltara Razia Kamar Napi, Temukan HP dan Sajam
IDENTIFIKASI : Polisi saat mengidentifikasi di rumah korban.

“Terakhir kalinya korban ke rumah kakaknya pada hari Sabtu tanggal 15 Januari 2022 meminta KTP, KK dan minta tolong sama kakaknya untuk pasangkan spanduk laundry karena korban sebelum kerja sebagian tukang laundry di sekitar Jelarai Selor,” ucapnya.

Tak hanya itu Arif Siswandi juga membeberkan sebelum adik kandungnya bunuh diri dengan cara gantung diri. Kondisi kejiwaan korban memang sedang terganggu dampak dari perceraiannya.

“Kakak korban menjelaskan memang korban mempunyai riwayat penyakit depresi atau ganguan kejiwaan setelah cerai. Sebelum meninggal dunia, Susi Nuswandari juga sempat melakukan kontrol ke dokter pada tanggal 4 Januari 2022. Kemudian korban di rumah tinggal hanya sendirian,” paparnya.

Baca Juga :  Pelaku Pelecehan Remaja Berusia 16 Tahun Diamankan Polisi, Korban Masih Depresi

Khomaini menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter di RSUD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, pada fisik korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Lalu jeratan di leher simpul hidup, ada kemungkinan korban mengalami patah leher.

“Korban diperkirakan meninggal lebih dari 3 hari. Barang bukti yang ditemukan di TKP ada obat-obatan, identitas korban dan tali simpul hidup warna biru,” pungkasnya. (*)

Reporter : Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

four × five =