oleh

Kenalkan Profil Polisi, Kapolsek Ingin Anak-anak Bisa Tumbuh dengan Pribadi yang Baik

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – ‘Jangan Nakal Nanti Kamu Ditangkap Polisi’ kalimat seperti ini tentunya tidak asing bagi telinga kita, khususnya saat masih anak-anak dahulu.

Selain untuk menegur anak secara halus, kalimat seperti itu juga kerap dilakukan oleh para orang tua untuk menakuti anak-anak agar tidak berbuat hal yang negatif.

Meski kalimat itu cukup ampuh untuk membuat seorang anak diam, namun ternyata cara seperti itu juga bisa menumbuhkan hal negatif kepada Anak, seperti takut tanpa sebab kepada polisi.

Kapolsek Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT) IPTU Radyan Kunto Wibisono mengatakan, cara seperti itu akan menjadi cara yang tidak baik dalam mendidik anak, jika para orang tua tidak memberikan pemahaman tentang sosok polisi yang sesungguhnya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Tinjau Penyuluham Stunting hingga Posbindu di Tana Tidung

“Terkadang ada kejadian, dimana anak-anak akan lari bahkan menangis tanpa sebab ketika melihat polisi dan salah satunya ialah disebabkan karena pola didik yang seperti itu,” kata Kapolsek.

“Makanya perlu dijelaskan juga, siapa itu Polisi, tanggung jawab polisi serta peran dan fungsi polisi dalam masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya penanamnya paradigma seperti itu, Polsek Sesayap selalu rutin melalukan kegiatan ‘Polisi Sahabat Anak’ bersama dengan para orang tua, serta guru-guru TK yang ada di KTT.

Baca Juga :  Bupati Ibrahim Ali Tegaskan ASN Tertib Aturan Lalu Lintas

“Dalam kegiatan itu kami mengenalkan profil Polisi dan tugasnya kepada anak usia dini. Suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mendidik dan membina anak usia dini agar lebih mengenal tentang tugas dan peran Polisi serta menanamkan pada diri anak. Sehingga pada saatnya nanti anak anak bisa menjadi Polisi bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdik KTT Merasa Cukup dengan Bangunan Sekolah Saat Ini

Ia menambahkan, kegiatan itu juga sebagai, pengenalan dan penanaman sosok polisi terhadap kesadaran pada diri anak tersebut, sehingga nantinya akan memberi contoh baik pada masyarakat yang kurang mengenal tentang Kepolisian.

“Polisi adalah sahabat anak-anak, bukan profesi yang ditakuti ketika berjumpa dengan pak polisi dan karena targetnya adalah anak-anak, jadi penyampaian materi juga dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, seperti perlengkapan yang digunakan polisi maupun rambu-rambu lalulintas,” tutupnya. (*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Klik Link Video di Bawah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × two =