oleh

Bawang hingga Kopi, BI Kaltara Upayakan Masyarakat Konsumsi Hasil Tani Lokal

benuanta.co.id, TARAKAN – Sepanjang tahun 2021 Bank Indonesia telah berhasil menghasilkan bawang merah sebanyak 8,04 ton per hektare. Hal ini pun tak luput dari bantuan pemerintah kota dan juga petani bawang.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Teddy Arif Budiman mengatakan sebelumnya pihaknya bersama Pemkot Tarakan mendatangkan tenaga ahli dari Brebes, Jawa tengah untuk penanaman bawang.

“Kami datangkan ahlinya karena di lokasi penanaman bawang tersebut petaninya belum pernah bertani bawang. Akhirnya memang menjadi pembelajaran juga buat kita boleh jadi akan melakukan revitasi ke daerah lain misal Bulungan,” katanya, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga :  Ketua TP PKK Rachmawati Resmikan Gedung PAUD Sulon Pelangi di Perbatasan

Dilanjutkan Teddy, tidak hanya bawang namun BI juga ingin konsentrasi dengan hasil tani lain. Saat ini yang paling digemari semua kalangan ialah Kopi. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya untuk dapat melakukan pengembangan produk kopi di Kaltara.

“Di Malinau, ada hamparan perkebunan kopi dan kami coba mencari sumber ekonomi baru disana,” ucapnya

Baca Juga :  Warga Ramai Beli Minyak Goreng, Alfamidi Minta Jangan Panik Buying

“Kami sudah masuk ke sentra kopi Malinau, artinya kami coba memberikan bantuan petani, baik itu pengetahuan ataupun beberapa sarana produksi,” sambungnya.

Selain memberikan bantuan berupa pengetahuan produksi, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kaltara untuk memberikan peluang petani kopi agar dapat tampil ke permukaan.

“Ada yang namanya event menyeduh ini berkolaborasi, peran kami diwajibkan menggunakan kopi Robusta Malinau, dan terakhir festival Sungai Kayan bersama Pemerintah Provinsi juga waktu itu,”

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dukung APKASINDO Tingkatkan Produktivitas Petani Kelapa Sawit

Teddy berharap pengembangan petani kopi nantinya akan lebih besar lagi sehingga gerai kopi di Kaltara dapat memberdayakan bibit-bibit kopi lokal.

“Kami masih melihat seberapa besar kopi di Kaltara, pengolahannya apakah sudah sesuai dengan pengelolaan gerai kopi di Kaltara, itu yang masih terus kami dalami,” pungkas Teddy. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *