oleh

Pembangunan Gedung Sekretariat, Pemprov Kucurkan Rp 81 Miliar

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pembangunan gedung Sekretariat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali berlanjut pada tahun 2022. Anggaran yang dikucurkan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk penyelesaian bangunan.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kaltara, Denny Harianto mengatakan anggaran yang digelontorkan dalam penyelesaian gedung kesekretariatan itu masih mencapai puluhan miliar.

“Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 81 miliar, itu untuk pengerjaan finishing saja. Kita belum tahu kapan difungsikan, tergantung dari kontraktornya lagi. Inikan diberikan untuk 1 tahun,” ucap Denny Harianto kepada benuanta.co.id pada Kamis, 13 Januari 2022.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dukung APKASINDO Tingkatkan Produktivitas Petani Kelapa Sawit

Denny menjelaskan, anggaran Rp 81 miliar tersebut khusus untuk penyelesaian pengerjaan bangunan. Untuk pembelian mebeler sendiri nantinya akan disiapkan dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang kini masih menyewa kantor. Dimana peruntukan gedung kesekretariatan tersebut bagi OPD yang selama ini menyewa kantor di luar.

“Anggaran tahun ini tanpa mebeler, karena nanti teman-teman OPD yang pindah itu membawa mebeler yang mereka punya sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Mulai Distribusikan Vaksin Booster Covid-19

Adapun OPD yang menyewa gedung di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdaayan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, BKPSDM, Badan Kesbangpol dan BPBD Kaltara.

“Gedung ini harus selesai, ini untuk menekan pembiayaan kita terhadap sewa dan operasional. Karena masih ada OPD kita yang menyewa gedung,” terangnya.

Baca Juga :  Temui Dewan Pendidikan Kaltara, Gubernur Prioritaskan Infrastruktur dan SDM Pendidikan

Denny menambahkan, pembangunan gedung sekretariat itu sendiri telah dimulai sejak tahun 2015 silam. Sehingga anggaran yang dikucurkan untuk jadi sebuah bangunan utuh mencapai ratusan miliar.

“Total yang dianggarkan sejak tahun 2015 sampai saat ini mencapai Rp 300 miliar lebih,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *