oleh

Tak Kunjung Surut, Rismaharini Naik Perahu Datangi Rumah Korban Banjir

benuanta.co.id, NUNUKAN – Menteri Sosial (Mensos), Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T, meninjau dan menyalurkan bantuan logistik senilai Rp 1 miliar untuk korban banjir di Nunukan. Tidak hanya itu, bantuan logistik, lumbung sosial, dan perlengkapan sekolah juga dikucurkan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung dari Mensos, Tri Rismaharini dan diterima oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid pada Ahad, 9 Januari 2022.

Untuk diketahui, luapan air merupakan kiriman dari Sabah, Malaysia yang menyebabkan banjir hingga merendam 6 kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Sembakung Pantau Aktivitas di Pelabuhan Djangkida

Baca Juga: Mensos Risma Optimalkan Lumbung Sosial dan Kucurkan Perahu bagi Masyarakat

Salah satunya di Sembakung yang hingga saat ini air masih merendam sebagian besar pemukiman warga.

Setibanya di Desa Atap dengan menggunakan sepatu bot panjang dan menaiki perahu, Mensos Tri Rismaharini terlihat langsung mendatangi sebuah rumah terendam banjir dan menyerahkan bantuan.

Kedalaman air saat itu diperkirakan setinggi pinggang orang dewasa. Diketahui rumah yang dikunjungi merupakan milik Muhammad.

Baca Juga :  Tergantung Kualitas, Harga Rumput Laut di Nunukan Kian Melonjak

Muhammad tidak menyangka rumahnya akan dikunjungi oleh Mensos Tri Rismaharini.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sembakung, Abdullah mengatakan ketinggian air pada pukul 08.00 WITA mencapai 4.60 meter dan masih ada kenaikan.

“Lambat naiknya cendrung bertahan,” kata Abdullah, kepada benuanta. co.id, Senin (10/1/2022).

Abdullah juga mengatakan, Kecamatan Sembakung terdiri dari 10 desa, namun yang terdampak akibat banjir sebanyak 8 desa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 1.099 dan 3.943 jiwa.

Baca Juga :  Surat Kades Tepian Pencopotan KWH di Rumah Warga Undang Polemik

“Ada sebanyak 230 rumah yang terendam dengan jumlah 203 KK dan 1.188 jiwa,” jelasnya.

Tidak hanya itu sekitar 21 sarana publik juga ikut terendam. Seperti sekolah, kantor camat, Kantor Urusan Agama (KUA) serta tempat-tempat ibadat dan lainnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *