benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) mengembangkan program kartu tanda penduduk (KTP) berbasis identitas digital. Uji coba program ini sudah jalan di beberapa daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara, Sanusi mengatakan program ini terobosan baru dengan beberapa keunggulan nantinya diyakini dapat dirasakan masyarakat.
“Ini program baru yang disampaikan oleh Ditjen Dukcapil yang membuat KTP digital. Sementara ini masih berproses dan konsepnya seperti apa, regulasinya masih disusun,” ungkap Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Kaltara Sanusi kepada benuanta.co.id, Rabu 4 Januari 2022.
Program ini nantinya menyesuaikan perkembangan teknologi. Hanya saja dia melihat jika penerapan KTP digital menyeluruh akan ada sedikit kendala. Pasalnya, KTP digital tersebut secara normatif setiap individu harus memiliki handphone berbasis Android untuk pengiriman data.
“Tapi faktanya di Kalimantan Utara tidak semua warga memiliki handphone Android. Tidak semua wilayah Kaltara itu memiliki akses jaringan bagus, masih banyak daerah yang blank spot,” jelasnya.
Sanusi memaparkan hal inilah tengah di konsepkan kembali oleh Ditjen Dukcapil, apakah nantinya yang memiliki handphone Android bisa menerapkannya. Sedangkan yang tidak memiliki handphone berbasis Android dan wilayah yang blank spot masih berlaku KTP elektronik yang ada saat ini.
“Sebenarnya kami sudah ditawari tahun ini untuk SIAK terpusat tadi. Memang kata kuncinya untuk melakukan itu adalah SIAK terpusat, tapi kami masih memastikan kembali ke Kemendagri salah satu keamanannya,” ujarnya.
Untuk penerapan KTP digital ini sendiri masih dipikirkan bagi Kaltara, wilayah yang bisa menerapkan dalam kacamatanya dengan dukungan jaringan itu hanya Kota Tarakan saja. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







