benuanta.co.id, TARAKAN – Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof Zudan Arif Fakrulloh punya terobosan dalam pelayanan administrasi kependudukan ke arah digital. Zudan bakal mengubah e-KTP fisik menjadi digital untuk seluruh wilayah Indonesia.
Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Tarakan, Hamsyah mengatakan terobosan tersebut sudah disiarkan sejak tahun 2019 namun hingga saat ini Kota Tarakan belum mendapatkan instruksi penerapannya.
“Kalau dibilang siap, kita siap banget. Kan ini pilot project pusat, harapan kami di tahun 2022 ini dilaksanakan. Jadi tidak ketinggalan dengan aplikasi peduli lindungi yang praktis juga kan,” katanya saat ditemui oleh benuanta.co.id, Selasa (4/1/2022).
Hamsyah memastikan bahwa 50 persen masyarakat Kota Tarakan siap dalam menggunakan ID KTP ini.
“Ini kan era milenial, cukup dengan smartphone saja yang berbasis QR Code jadi tidak perlu lagi pakai kartu,” tegasnya.
Adapun untuk perubahan terkait data-data mengenai kependudukan nantinya hanya cukup by request dengan call center Dukcapil. Sehingga nantinya Dukcapil hanya melayani masyarakat yang datang untuk perekaman data.
Dilanjutkan Hamsyah, saat ini presentase perekaman data di Dukcapil Tarakan mencapai angka 97 persen dengan jumlah penduduk 161.049 jiwa.
“Walaupun memang tidak bisa sampai 100 persen, karena ada yang setiap harinya umur 17 datang untuk mengurus KTP,” ucapnya.
“Data terakhir sampai 31 Desember yang sudah merekam (data) itu 161.049 jiwa dan yang belum memiliki KTP Elektronik nya ada 7 saja, ini data dari pusat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







