benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sepanjang bulan Desember 2021, pencurian sarang burung walet merajalela di Kabupaten Tana Tidung (KTT) khususnya di wilayah Kecamatan Sesayap Hilir.
Pantauan benuanta.co.id, terdapat beberapa rumah sarang burung walet di Kecamatan Sesayap Hilir yang dibobol maling selama bulan Desber 2021. Hal ini pun membuat warga sekitar dan pemilik sarang burung resah karena banyak mengalami kerugian dari peristiwa tersebut.
Iwan (33), salah satu pemilik sarang burung walet mengatakan banyak pemilik sarang burung yang dibobol maling selama seminggu terakhir.
“Kurang lebih sudah ada 5 sarang burung walet lah milik teman-teman yang habis disikat maling dan kejadian ini memang sering terjadi kalau mendekati hari besar,” kata Iwan, Senin (3/1/2022).
Dari deretan kasus pencurian yang terjadi Iwan menjelaskan, maling beraksi pada saat malam hari atau saat cuaca hujan. Iwan pun meyakini jika maling tidak mungkin sendirian saat beraksi.
“Tidak mungkin malingnya 1 orang dan pasti berkelompok. Karena membobol sarang walet ini tidak mudah, tapi mereka bisa sapu bersih isi rumah walet hanya dalam tempo satu malam saja,” jelasnya.
Saat dirinya bersama dengan pemilik sarang walet lainnya menuju lokasi untuk melihat sarang yang dibobol maling, terdapat barang bukti yang ditemukan.
“Ada 5 sarang burung walet yang telah dibobol maling dalam waktu semalam, pas kami melihat ke TKP ada jaket dan ada linggis serta yang lainnya. Kami duga milik si maling yang tertinggal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kapolsek Sesayap Hilir, IPTU Djaimin mengimbau kepada pemilik rumah burung walet agar memperhatikan sarangnya, bukan sekedar membuat tapi tidak dijaga.
“Kiranya rumah walet itu tetap dijaga, apalagi yang jauh dari rumah seperti yang dikebun lebih waspada terutama pada saat hujan dan malam hari,” kata Kapolsek.
Djaimin juga mengakui, terkadang tidak mengetahui ada kemalingan sarang burung walet karena hanya sebagian pemilik saja yang melaporkan ke pihak Polsek.
“Ada juga yang melapor, ada juga yang tidak melapor terkadang juga ketika melapor sudah kita dapat malingnya. Tapi kadang si korban ini juga meminta tidak usah diproses, artinya selesai dengan kekeluargaan,” sebutnya.
“Saya berharap agar sarang burung walet ini bisa dijaga oleh pemiliknya. Memang harus tetap waspada apalagi harga sarang ini mahal tentu jadi incaran maling,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







