benuanta.co.id, BULUNGAN – Capaian vaksinasi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) cukup membanggakan, secara nasional masuk dalam urutan 10 besar. Hal ini tercapai atas kerjasama semua pihak baik pemerintah daerah maupun instansi terkait dari TNI Polri.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang pun turut mengucapkan terimakasih telah mendukung program pemerintah untuk melakukan serbuan vaksinasi.
“Saya berterimakasih kepada Polda Kaltara dan jajaran, Korem 092/Maharajalila dan jajaran, Binda Kaltara, para bupati walikota dan dinas kesehatan. Karena capaian vaksinasi kita jauh di atas target nasional,” ucap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id, Senin 3 Januari 2021.
Dia mengatakan dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, Provinsi Kaltara menempati urutan ke 7. Hal ini patut diacungi jempol pasalnya atas kerja keras para petugas dapat mencapai angka herd immunity.
“Kita berada di peringkat 7 dengan capaian vaksinasi 80,92 persen dengan sasaran yang telah di vaksin mencapai 441.547 orang,” sebutnya.
Gubernur Zainal menuturkan dengan capaian itu, pihaknya tetap mendorong agar pemberian vaksin tetap dilakukan hingga sasaran mencapai angka 85 hingga 90 persen. Pihaknya pun meminta masyarakat yang belum agar melakukan vaksinasi.
“Terimakasih kepada pihak maupun masyarakat yang telah di vaksin. Karena vaksin kekebalan tubuh kita jauh lebih baik dibanding yang tidak vaksin,” ujarnya.
Sementara capaian vaksinasi dosis kedua hingga saat ini baru di angka 59,24 persen dengan jumlah sasaran tervaksin mencapai 323.272 orang dari target sasaran 545.672 orang. Harapanya agar vaksin kedua ini digenjot dan dipercepat.
“Pertama kita harus menyadarkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat yang vaksin dan tidak vaksin ini perbedaannya. Kemudian kita berupaya agar petugas ini mendatangi rumah-rumah atau door to door,” harpanya.
Dia meminta selain door to door di lingkungan masyarakat, petugas juga harus giat lagi memberikan vaksin di fasilitas umum baik di bandara maupun pelabuhan bahkan gerai vaksin juga di buka di jalur perbatasan. (*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







