benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 6 orang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), penyuluh agama, siswa, guru dan masyarakat mendapatkan penghargaan dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan.
Mereka telah mendulang prestasi dan membawa nama harum Kalimantan Utara (Kaltara) khususnya di Kabupaten Nunukan dalam perlombaan.
Tidak hanya itu, Kemenag Nunukan juga memberikan penghargaan sertifikat apresiasi kepada Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid sebagai kepala daerah yang telah berpartisipasi mendukung program moderasi beragama dan penguatan fungsi penyuluh agama di Kabupaten Nunukan.
Salah satu Juara II tingkat Nasional guru PAI berdedikasi di wilayah terpencil Tahun 2021, Laode Inda Harja mengatakan, kegiatan tersebut tidak ia duga dari sebelumnya. Apa yang dirinya perbuat merupakan bimbingan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) dan Kemenag Nunukan.
“Saat itu saya mewakili kaltara khususnya Nunukan di tingkat nasional dan alhamdulillah mendapatkan juara di tingkat nasional guru PAI berdedikasi di wilayah terpencil,” kata Laode kepada benuanta.co.id, Senin (3/1/2022).
Selain mengajar, tambahan kegiatan sosial pengabdian di tengah-tengah masyarakat juga masuk dalam salah satu penilaian lomba tingkat Nasional, tidak hanya di lingkungan sekolah saja.
“Di tengah masyarakat kami melakukan pembinaan para mualaf, pembinaan TPA (taman pendidikan Al-quran) dan juga aktif di kegiatan sosial,” jelasnya.
Selain itu, sebagai guru di wilayah yang terpencil dirinya juga merasakan banyaknya kekurangan guru, sehingga selain mengajar pendidikan Agama Laode juga merangkap di mata pelajaran lainnya seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pendidikan Sosial (IPS) dan mata pelajaran lainnya.
Setelah mendapatkan juara II tingkat Nasional guru PAI berdedikasi di wilayah terpencil, Laode akan tetap mempertahankan dan jika bisa akan terus melakukan perubahan demi kebaikan anak bangsa di wilayah perbatasan Indonesia.
“Ke depannya saya akan tetap mengabdi. Persoalan penilaian itu akan kita serahkan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Selain itu, sebelum menjadi Guru ASN, awalnya Laode Inda Harja berprofesi sebagai guru honorer di SMPN 1 Kecamatan Sembakung pada tahun 2002, setelah itu juga pernah mengabdi di SMA tahun 2004 sebagai tenaga honorer.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2006 Laode diangkat menjadi PNS dan mengajar di SMA Negeri 1 Sembakung. Pada tahun 2012 mengajar di SMP Negeri 4 Sembakung, pada tahun 2018 kembali mengajar di SMP Negeri 1 Sembakung, lalu pada bulan September 2021 hingga saat ini Laode mengajar di SMP 3 Sei Manggaris. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







