benuanta.co.id, BULUNGAN – Masih dalam rangkaian perayaan natal, Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP melaksanakan safari dengan mengunjungi gereja yang menggelar ibadah, salah satunya Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha Tanjung Selor.
Hadir dalam safari tersebut Bupati Bulungan Syarwani dan Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan.
Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP mengatakan kunjungan ini sendiri sudah perjalanan yang ke 6 dalam melakukan safari ke gereja yang berada di Kabupaten Bulungan.
“Sesungguhnya kami merencanakan ini ke kabupaten kota. Hanya saja karena situasi yang kita ketahui bersama saat itu posisinya masih dalam PPKM Level 2 dan 3,” ungkap Yansen kepada benuanta.co.id, Rabu 29 Desember 2021.
Menurutnya, suatu kesyukuran dalam beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun, kerja keras para kepala daerah, tenaga kesehatan dan semua pihak yang terlibat dalam mencegah dan mampu mengendalikan kasus Covid-19 sehingga Kaltara dan kabupaten kota terjadi penurunan kasus.
“Jadi penyebaran Covid-19 ini saya katakan sangat menurun. Karena 2 bulan lalu kita masih berada pada kondisi yang menghawatirkan kisaran kasus seratusan di kabupaten kota. Tapi kita bersyukur hingga hari ini kasus konfirmasi di Kaltara hanya 20 orang,” jelasnya.
Kata dia, dengan landainya kasus Covid-19 bukan berarti protokol kesehatan menjadi kendor. Apalagi dalam momen perayaan natal tidak membuat masyarakat Kaltara menjadi sebebas-bebasnya melakukan kegiatan. Pasalnya, Kaltara masih dihadapkan dengan Covid-19 jenis baru yakni Omicron.
“Kita mendengar informasi jika ada 40 orang yang terpapar Covid-19 jenis Omicron ini di Indonesia. Walaupun bukan di Kaltara tapi bagaimanapun kita tetap harus waspada,” paparnya.
Mantan Bupati Malinau 2 periode ini menuturkan pada hari Selasa 28 Desember 2021, Pemprov Kaltara telah melakukan rapat bersama Satgas Covid-19 Nasional, poinnya setiap daerah diminta melakukan pengetatan.
Untuk itu Gubernur Kaltara telah menegaskan agar kabupaten kota melakukan penegakan prokes yang ketat.
“Walaupun hari ini luwes melakukan ibadah natal, tapi tetap dengan standar prokes. Imbauan inipun jangan pernah berhenti tapi terus dilakukan,” harapnya.
Dirinya pun mengimbau seluruh masyarakat Kaltara untuk sadar diri dan tidak teledor, supaya tidak terjadi klaster baru di Kaltara tentu hal tersebut bisa mengacauka kondisi daerah yang sudah melandai.
“Untuk itu saya minta kita tetap menjaga diri melaksanakan prokes. Dalam merayakan natal kita berharap semua mari merayakannya dengan sebaik-baiknya, terlebih saat perayaan tahun baru tetap terkendali dengan baik,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







