Kebakaran Lahan dan Hutan Menurun Selama Pandemi Covid-19

benuanta.co.id, TARAKAN – Tingkat kejadian kebakaran lahan dan hutan diklaim alami penurunan selama tahun 2021.  Beberapa faktor menurut PMK, salah satunya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19.

Kabid PMK Tarakan, Eko Santoso mengatakan kebakaran lahan dan hutan pada tahun 2021 alami penurunan dibanding tahun 2020 yakni sebanyak 23 kejadian.

“Tahun ini justru turun sebanyak 6 kejadian. Peristiwa ini dapat dikatakan sebagai masalah sosial, artinya ada faktor manusia atau perilaku masyarakat,” kata Eko kepada benuanta.co.id pada Selasa, 28 Desember 2021.

PMK Tarakan menilai upaya pemerintah yang kerap ketat membatasi mobilitas masyarakat untuk tidak keluar rumah, pun berdampak pada aktivitas masyarakat di hutan.

Baca Juga :  Perdana, 30 Wisudawan di Tarakan Menyandang Gelar Sarjana Lansia

“Mereka kadang ingin memanfaatkan musim kemarau, sehingga ingin membersihkan lahan dengan cara pembakaran. Selama adanya pembatasan mobilitas masyarakat, aktifitas itu semakin menurun,” lanjut Eko.

Meski kebakaran lahan dan hutan dapat saja terjadi akibat faktor alam sendiri, misalkan terjadi kenaikan suhu, hal Itu juga dapat menimbulkan api menyala.

Tetapi hasil evaluasi PMK menunjukkan semua ini tak terlepas dari faktor manusia.

“Melihat potensi alam di musim kemarau, apalagi lahan mereka memiliki banyak rumput yang mengering, itu menjadi kesempatan untuk membersihkan lahan dengan cara membakar,” ucapnya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

Menurut Eko, perilaku membakar yang tidak terkendali dapat menimbulkan resiko kebakaran. Apabila terdapat aktivitas pembakaran tetapi dapat dikendalikan dan dijaga, kata dia, dapat mengurangi potensi kebakaran.

“Biasanya kalau terjadi kebakaran di hutan akan menimbulkan kepanikan dan langsung berlari tanpa melaporkan ke PMK serta pihak berwenang, sehingga memperlambat upaya pemadaman,” sebut dia.

Kebakaran lahan di Tarakan yang kerap terjadi yakni di Kelurahan Kampung Satu/Skip dan Kelurahan Juata Permai.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Soroti Kendala Program MBG di Tarakan Timur

Hal tersebut sebut Eko karena memiliki hamparan rumput ilalang yang luas. Selain itu, lahan tersebut kerap diisi oleh aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data Satpol PP dan PMK Tarakan tahun 2021, jumlah kejadian kebakaran lahan dan hutan sebanyak 6 kejadian.

Peristiwa itu terjadi 2 kali selama bulan Februari, 1 kejadian selama Maret, 1 kejadian selama Mei, 1 kejadian selama September dan selama Oktober terdapat 1 kejadian.

“Tahun ini cenderung turun drastis, semoga ini dapat dipertahankan,” tutupnya. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *