benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan mencatat 7 kali kejadian gempa sepanjang tahun 2021.
Kepala BMKG Kota Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, gempa tahun ini dinilai meningkat dibandingkan tahun 2020 lalu.
“Gempa memang tahun 2021 secara umum kejadian gempa meningkat, aktivitas juga begitu kami catat dari Februari hingga Desember 2021 ini,” katanya saat ditemui oleh benuanta.co.id, Selasa (28/12/2021).
Khilmi menjelaskan kendati skala gempa yang tercatat terbilang kecil, ia tetap melakukan upaya-upaya mitigasi bencana.
“Jadi, kalau ada gempa jangan diributkan gempanya yaitu gimana langkah-langkahnya, bagaimana menerima informasinya,” jelasnya.
Kalimantan Utara sangat terkenal dengan perairannya, sehingga masyarakat khawatir jika sewaktu-waktu terjadi gempa yang dapat mengakibatkan gelombang tsunami.
Khilmi melanjutkan, tidak setiap gempa dapat mengakibatkan tsunami.
“Misalnya yang magnitudonya besar seperti 7.0 atau episentrum nya pusat gempanya di laut, atau juga bisa gempanya tidak di laut tapi dipinggir itu yang menyebabkan kelongsoran di pinggir laut, hal itu juga bisa memicu tsunami,” ucap Khilmi.
Sementara itu, berdasarkan rentetan sejarah gempa terbesar terjadi pada tahun 1923 dengan kekuatan magnitudo 7.0. Dampak guncangan ini mencapai skala intensitas VII-VIII MMI yang mengakibatkan kerusakan bangunan rumah hingga rekahan tanah.
“Tahun 1923 kemudian 1925, 1936 juga terjadi guncangan yang cukup kuat dengan magnitudo 6.5 yang menyebabkan kerusakan bangunan rumah di Tarakan,” tuturnya.
Kejadian gempa selanjutnya terbilang besar yang terjadi pada enam tahun lalu yakni tahun 2015 dengan kekuatan 6.1.
“Pusat gempanya tahun 2015 ini di laut dengan jarak 29 kilometer arah timur laut Tarakan. Gempa ini merusak banyak bangunan rumah dengan aktivitas susulan sebanyak 16 kali,” tukas Khilmi.
Pertimbangan tersebut Khilmi menyimpulkan bahwa potensi wilayah yang rawan terjadi gempa ialah Kota Tarakan, namun dampak terbesar berada di wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Tanah Lia.
“Karena di Tarakan ini ada yang namanya Sesar Lempeng Tarakan, ini memanjang dari Utara sampai Selatan kira-kira panjangnya 100 kilometer,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







