benuanta.co.id, TARAKAN – 5 Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di bawah kendali pemerintah Kota Tarakan akan di evaluasi soal Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Dari 5 perumda, pendapatan paling besar diperoleh oleh PDAM Tirta Alam dengan pendapatan Rp 60 M.
“Paling tinggi saya kira wajar dan itu di luar biaya operasional, kalau dikurangi biaya operasional sekitar Rp 28 miliar kalau tidak salah dan juga belum termasuk biaya penyusutan dan sebagainya,” ungkap Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, Selasa (28/12/2021).
Perumda Agrobisnis menjadi sorotan walikota, pasalnya berada pada posisi paling buncit dari 4 perumda yang lain.
“Masih belum beranjak dari situ, kita akan evaluasi juga bagaimana ke depannya kita sudah liat semuanya,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada keputusan yang diambil oleh Pemkot Tarakan terkait paparan RKA tersebut. Namun, hal ini akan terus dikebut untuk dapat menyelamatkan sumber daya di dalamnya.
“Tujuan kita ya dalam rangka penyelamatan pegawai, kalau terus-terusan rugi tidak bisa menggaji jadi repot,” tuturnya.
Konsekuensi yang akan diterima direktur bagi perumda yang tidak produktif dikatakan Khairul juga masih dalam tahapan evaluasi.
“Itu bagian dari evaluasi, langkah-langkah apa itu harus dibicarakan oleh semua, seperti sekretaris daerah, asisten yang membidangi, bagian yang melakukan pembinaan nanti dari sana akan diketahui bisa diselamatkan apa tidak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







