Pembudidaya Ikan Nila dan Patin di KTT Keluhkan Lemahnya Minat Pasar

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pembudidaya ikan nila dan patin di Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasar yang tepat untuk jual beli ikan nila dan patin, Senin 27 Desember 2021.

Salah satu pembudidaya yang ditemui benuanta.co.id, Santosa mengatakan, budidaya ikan nila dan patin merupakan bisnis yang cukup menjanjikan bagi masyarakat.

Akan tetapi hal itu sulit tercapai, karena kurangnya pasar yang tepat untuk jual/beli ikan nila dan patin di KTT.

“Kalau dijual kita hanya menjual dengan porsi kecil saja. Karena untuk ikan nila dan patin ini berbeda dengan ikan tambak yang sudah memiliki pasar untuk dijual dalam skala yang besar,” kata Santosa.

Salah satu kendala lainnya, Santosa menyebutkan kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan jenis air tawar ini juga menjadi kendala lain yang menyebabkan bisnis budidaya ikan patin dan nila untuk berkembang di daerah sendiri.

“Di sini justru sangat jarang yang menjual atau menambahkan menu ikan ini di warung makannya. Hal itu berbeda dengan daerah lain yang warung makannya selalu menambahkan menu patin dan nila,” sebutnya.

Sempat melakukan penjualan ke luar daerah. Namun menurut Santosa penjualan seperti itu hanya bersifat musiman, karena belum adanya pasar yang tetap untuk pembudidaya ikan patin dan nila.

“Sempat saya jual ke Malinau, tapi waktu ada yang pesan saja. Meski hasilnya lumayan, tapi kan tidak menentu juga,” bebernya lagi.

“Kita harapnya juga ada bantuan pemasaran, karena bisnis seperti ini cukup menguntungkan jika sudah memiliki pasarnya,” tutupnya. (*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *