Jokowi Sebut KIHI Terbesar di Dunia, Tak Ada Lagi Ekspor Bahan Mentah tapi Barang Setengah Jadi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menggunakan helikopter dari Bandara Juwata Tarakan, Presiden Jokowi pun tiba di lokasi groundbreaking Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) yang kini beralih nama menjadi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) sekitar pukul 11.30 wita.

Kedatangannya didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Disambut oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono dan Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Teguh Pudjo Rumekso.

Presiden Jokowi mengatakan akan memulai transformasi ekonomi Indonesia, yang mana sebelumnya bertumpu kepada sumber daya alam (SDA) berupa eskpor raw material dan ekspor bahan-bahan mentah.

“Sekarang kita akan masuk kepada hilirisasi di industrisasi bahan-bahan mentah kita, yang diekspor bukan bahan mentah lagi dan raw material lagi. Tapi barang setengah jadi atau bahan jadi yang dihasilkan dari Kaltara,” ucap Presiden Jokowi, Selasa 21 Desember 2021.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dorong Percepatan Program Tahun Anggaran 2026

Kata dia, jika barang setengah jadi maka bisa memberikan nilai tambah terhadap negara Indonesia. Dengan investasi Rp 1.848 triliun masuk ke KIPI merupakan lompatan awal sebuah investasi besar di Indonesia. Jokowi menuturkan hasilnya akan terlihat manfaatnya secara nyata 5 sampai 10 dari sekarang.

“Saya meminta kepada para menteri dan Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan agar mempersiapkan SDM dalam mendukung kawasan industri ini. Karena ini membutuhkan SDM yang punya kualifikasi yang baik siapkan dari sekarang,” paparnya.

Pasalnya dalam pembangunan konstruksi akan muncul 100 ribu tanaga kerja yang dibutuhkan dan pada saat operasi sebanyak 60 ribu tenaga kerja. Belum lagi dengan anak cucunya kemudian bisa tembus 200 ribu orang. Dia mengaku senang dari kawasan industri tersebut menggunakan teknologi mutakhir.

Baca Juga :  BI Kaltara Targetkan Seluruh Pelabuhan Pakai QRIS pada 2026

“Karena yang dihasilkan nanti ada sodium, petro chemical. Nanti turunannya ada produk steel dan produk lainnya. Akan muncul green aluminium, solar panel dan industri silikon itu akan muncul dari Kaltara,” terangnya.

Jokowi memaparkan jika ini kerjasama besar antara Indonesia dengan investor dari Indonesia dan investor asal China serta investor dari Uni Emirat Arab, semuanya bergabung.

“Ini akan kita harapkan akan menjadi kawasan industri hijau terbesar dunia,” bebernya.

Untuk luas area KIHI sebesar 16.400 hektare dengan potensi penambahan menjadi 19 ribu hektare pada tahap pertama dan tahap kedua seluas 30 ribu hektare. Dirinya pun selama 2 tahun terakhir telah melihat kondisi dan keadaan lahannya melalui pesawat, ternyata punya potensi.

Baca Juga :  Isu Pengangkatan Tenaga Kerja SPPG Jadi PPPK Mencuat, BKD Kaltara: Rekrutmen melalui BKN

“Saya minta Kapolda, Pangdam, Gubernur, Bupati, Kapolres dan Dandim untuk kawal secara detail kawasan ini agar kondusif dan aman. Sehingga investasi betul-betul segera melakukan percepatan pembangunan disini,” ujarnya.

“Jangan sampai ada permasalahan sekecil apapun, yang kedua mengenai izin jangan tunggu-tunggu pakai hari pakai minggu, itu tidak ada. Kerjakan dan keluarkan, untuk menunjukkan kita serius terhadap pembangunan kawasan ini,” tambahnya.

Dia menjelaskan yang terpenting bagaimana menciptakan lapangan kerja yang sangat besar. Hal ini juga memberikan income kepada negara berupa pajak dan non pajak. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *