benuanta.co.id, TARAKAN – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo ke Kota Tarakan ialah memberikan sertifikat lahan rakyat. Sertifikat ini diberikan kepada 1.509 rakyat yang telah memiliki lahan berupa tambak.
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bahwa sertifikat ini sangatlah hal yang vital. Karena, merupakan bentuk kepastian hukum dari negara Indonesia.
“Sudah kelola 10 tahun, 15 tahun, tapi belum punya sertifikat, artinya sewaktu-waktu lahan itu bisa diambil orang lain dan sebagai pemilik tidak bisa menuntut apa-apa,” jelasnya, Selasa (21/12/2021).
Karena tak memiliki sertifikat lahan, inilah yang membuat banyak kasus sengketa di Indonesia. Ia juga menerangkan, bahwa rakyat Kalimantan Utara berhak mendapatkan sertifikat ini.
“Tiga tahun lalu waktu saya naik heli, di sini banyak tambak, saya tanya coba cek ini milik siapa, ada milik masyarakat tapi tidak tercatat, saya perintahkan menteri segera sertifikat kan dan kasih mereka (rakyat),” papar Jokowi.
Jika ditotal, seharusnya terdapat 126 juta sertifikat yang harus sudah diberikan. Jokowi melanjutkan saat ini masih terdapat 80 juta yang belum memiliki sertifikat tersebut.
“Dalam lima tahun ini telah 25 juta sertifikat kita selesaikan, yang terdaftar 41,4 juta tinggal dibagikan bagikan dan sudah jadi,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur dan Badan Pertanahan Negara (BPN) dimasing-masing kabupaten/kota yang sudah bekerja keras untuk menyelesaikan persoalan sertifikat ini.
“Kedua saya minta tahun 2022 Provinsi Kaltara tolong bisa ditingkatkan 50% lagi ditambah targetnya, kalau tahun ini 13.555 sertifikat, tahun depan ditambah 20 ribu sertifikat harus keluar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







