benuanta.co.id, TARAKAN – Meroketnya harga minyak goreng yang cukup menyita perhatian akhir-akhir ini turut mempengaruhi harga jual kue kering sebagai kudapan di perayaan Natal 2021.
Bela (25) salah satu pedagang kue kering di Pasar Gusher Tarakan, mengaku terpaksa menaikan harga kue yang dijualnya akibat mahalnya minyak goreng.
“Harga minyak naik jadi terpaksa saya naikkan 10 ribu harga jualannya,” ujar Bela saat ditemui benuanta.co.id, Sabtu (18/12/2021).
Jika harga minyak goreng normal, Bela biasanya menjual kue kering ini hanya seharga Rp 50 ribu per kilogramnya. Dia juga mensiasati pelanggan dengan menjual harga murah, yakni Rp 30 ribu untuk setengah kilogram kue keringnya.
“Jadinya sekarang perkilo itu Rp 60 ribu, mungkin kaget juga pembeli dengan harga segitu,” terangnya.
Dia pun sempat merasa ragu dengan kenaikan harga yang dinilainya akan memberatkan pelanggan.
“Sebenarnya takut-takut jualan. Takut nggak laku juga karena semua bahan naik. Tapi masih bisa ditawar lah karena kenaikan harga minyak ini, biasa pembeli saya nawar tipis-tipis,” imbuhnya.
Wanita yang telah mengeluti bisnis ini kurang lebih 10 tahun tak pernah absen menjajakan dagangannya ketika momen hari raya keagamaan. Jika kondisi ramai pelanggaran, Bela mampu mengantongi omset Rp 5 juta per harinya.
“Kalau ramai bisa lumayan omsetnya, sekitar Rp 5 juta. Kalau sepi begini ya berapa ratus aja palingan,” katanya.
Meski salah satu bahan utama mengalami kenaikan harga di pasaran, Bela memastikan kue kering buatan rumah ini siap santap dan mampu bertahan selama kurang lebih 6 bulan. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







