benuanta.co.id, TARAKAN – Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI) menilai permainan domino massal dan serentak di Kaltara merupakan catatan dari segelintir rekor prestasi yang menginspirasi bangsa.
Hingga penetapan ajang yang diprakarsai oleh Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang.,M.Hum dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltara itu sebagai rekor dunia MURI, tentu menurutnya domino memiliki pengaruh dan manfaat positif bagi masyarakat.
“Domino berasal dari sejarah tiongkok pada abad ke-12, yang sejak dahulu dimainkan saat mengisi waktu luang bersama dengan kerabat, saudara sebagai wahana yang mengakrabkan suasana, silaturahmi dan persaudaraan,” kata Direktur Operasional MURI Jusuf Ngadri pada Selasa, 14 Desember 2021.
Dijelaskan Jusuf Ngadri, MURI berkomitmen mencatat karsa dan karya serta prestasi yang luar biasa. Organisasi yang berdiri sejak 32 tahun silam di Semarang itu, kini telah mencatat lebih dari 10.000 rekor-rekor terbaik dunia.
“Rekor-rekor seperti ini perlu dicatat dan juga bertujuan untuk memotivasi serta mengisnpirasi warga bangsa agar berprestasi lebih baik, berkarya lebih baik sebagai kontribusi pembangunan negara Indonesia,” lanjutnya.
MURI optimis permainan domino di Kaltara mampu menjadi sarana relasi antara Pemerintah Provinsi Kaltara dan semua segmen masyarakat.
Hal ini menurut Jusuf merupakan rekor pertama kalinya atau belum ada rekor serupa yang terselenggara sebelumnya serta tercatat di dalam rekor MURI dengan nomor 10159/R.MURI/XII/2021 ini.
“Dari domino diharapkan terjalin komunikasi timbal balik secara sehat bersama masyarakat dan mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat Kaltara,” harap Jusuf. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







