Kapasitas Sampah Kritis, DLH: Hanya Bertahan 5 Bulan Lagi

benuanta.co.id, TARAKAN – Permasalahan over kapasitas yang terjadi pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Hake Babu atau Aki Babu kini semakin kritis. Meski terdapat progres pembangunan TPA baru di area Juata Laut, namun kondisi tersebut tetap tidak dapat membendung ledakan sampah yang terjadi di Kota Tarakan setiap harinya.

“Aki Babu saat ini overload, kalau diperkirakan hanya bisa bertahan sekitar lima bulan ke depan. Kecuali ada pembebasan lahan di bawah sedikit untuk membantu,” tegas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Dedy Dampudy K, S.Hut., M.Si., Jumat (12/10/2021).

Baca Juga :  Satpol PP Tegaskan Penertiban PKL Kawasan Bandara Juwata Sesuai Perda

Dedy melanjutkan, saat ini luas TPA Aki Babu hanya sekitar 3 hektar dan kota Tarakan menghasilkan 170 ton sampah perhari. Ini merupakan sampah campuran yang berasal dari rumah tangga, kantor dan instansi lainnya.

“Sementara kita masih perataan timbun, mudah-mudahn nanti ada pembebasan lahan di bawah TPA untuk menampung timbunan baru. Minimal harus ada tambahan 2 hektar lagi lah” tukasnya.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Sementara itu, progres pembangunan pada TPA baru masih dalam tahap pembebasan lahan. Untuk Detail Engineering Design (DED) masih akan direncanakan pada tahun 2022 mendatang.

“Tahun ini masih dalam tahap pembebasan lahan kurang lebih 50 hektar lahannya,” katanya.

Adapun uji kelayakan atau Feasibility Study (FS) akan dilakukan oleh Balai dan Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara.

“Kita ini sebetulnya proses, mulai perencanaan DED dan sebagainya. Karena berkaitan dengan kondisi keuangan, makanya kita melibatkan dan memohon APBD provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Pembebasan lahan diperkirakan dapat menghabiskan dana sekitar 14,5 Milyar lebih. Nantinya pun terdapat perbedaan sistem pengelolaan sampah.

“Aki Babu sekarang semi control, antara penggalian dan penimbunan. Kalau di TPA baru nanti sistem nya sanitari jadi beda,” tutur Dedy.

Kendati masih berproses, pembangunan TPA baru ini akan ditargetkan digarap pada tahun 2023 mendatang. (*)

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *