oleh

Dinkes Kaltara Tanamkan Pentingnya Kesetaraan Kesehatan Jiwa Masyarakat

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan melaksanakan seminar Kesehatan Jiwa bertema “Mental Health In An Unequal World” atau kesetaraan dalam kesehatan jiwa untuk semua dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun 2021.

Dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Kaltara, Yansen TP mengatakan melalui peringatan hari kesehatan jiwa di Kaltara bisa menjadi kampanye masif bagi semua pemangku kepentingan yang bekerja pada isu-isu kesehatan jiwa dan mendorong munculnya upaya dalam mencari solusi bagi upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa serta kesetaraan dalam kesehatan jiwa untuk semua.

“Salah satu yang dilakukan pemprov dalam upaya kesehatan mental masyarakat adalah acara seperti hari ini. Terlepas dari memperingati hari kesehatan mental dunia, tapi juga upaya pemda ingin menyebarluaskan ajakan, semangat, dan menciptakan kegiatan yang sehat,” ucap Yansen kepada benuanta.co.id pada Kamis, 9 Desember 2021.

Baca Juga :  Pemprov Adakan Seleksi Terbuka Isi 18 JPT Pratama yang Kosong

Kata dia, khususnya pemahaman kesehatan mental, Dinkes Kaltara telah memanggil perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan Himpunan Psikologi sebagai narasumber.

“Di sinikan ada narasumber ahli, ada psikolog untuk bagaimana masyarakat memahami arti pentingnya kesehatan mental,” bebernya.

Pemprov Kaltara sendiri mendorong agar peserta yang hadir menjadi sumber energi positif, menebarkan semangat dan toleransi di masyarakat. Pasalnya, para peserta yang hadir merupakan leader.

“Saya yakin bahwa badan yang sehat berangkat dari kesehatan mental, disiplin dan seterusnya. Jadi saya minta hadirin bisa memahami dan memperoleh informasi yang baik tentang kesehatan mental,” paparnya.

Baca Juga :  Langgar Satu Harga, Izin Distributor dan Produsen Minyak Goreng Bakal Dicabut

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman mengatakan kesehatan jiwa merupakan program Dinkes Kaltara, walaupun bukan program esensial tapi tambahan yang bisa bermanfaat bagi semua orang.

“Program ini bisa didapati di Puskesmas dan di Dinkes bidang Penyakit Tidak Menular (PTM). Seperti hari ini, kita lakukan sangat penting. Apalagi dengan situasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Usman menuturkan, peningkatan kasus kemudian tingkat kematian itu sangat berpengaruh karena masuk dalam masalah jiwa. Ketika dinyatakan positif, maka orang tersebut akan mengalami stress yang tinggi.

Baca Juga :  Tips Cegah Batuk, Flu dan Demam di Musim Pancaroba

“Secara angka 60 persen pengaruhnya, karena orang depresi. Bisa terjadi di masyarakat, petugas kesehatan dan semua lini,” tuturnya.

Dijelaskan Usman, sebenarnya perlu diedukasi kepada semua orang bahwa semua berpotensi mengalami gangguan jiwa. Tergantung bagaimana memanage mental yang ada pada setiap orang. Lanjutnya, terkait konsultasi ke psikolog bukan berarti mereka yang ke sana terganggu jiwanya.

“Tapi mereka ingin tahu ada masalah apa dan bagaimana solusinya. Saya rasa kalau kita mengambil peran masing-masing, dengan meningkatkan ketaatan kita dalam hal agama juga jadi solusi yang baik. Mengurangi potensi  gangguan jiwa,” terangnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *